Selasa, 02 Desember 2014

Setiap Masa Penuh Dengan Karya


Memperpanjang umur adalah dengan berkarya, karena ketika seseorang telah berlalu (wafat), ia akan tetap disebut, entah dengan maki atau puji. (Chaidir)
Tidak dipungkiri jika ingin menjadi manusia, pemuda luar biasa adalah dengan berkarya. Sangat berbeda orang yang semasa hidupnya pernah berkarya dangan yang tidak pernah sama sekali.
[El-Bonai]
Hikmah ini bermula dari perbincangan singkat dengan salah seorang sahabat saya, E. Krisdiyanto. Ketika itu kami berada di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (SUSKA), RIAU. Sebelum pergi meninggalkan kampus, saya dan sahabat saya melihat info di papan informasi. Di sana terlihat foto lima orang sahabat yang melanjutkan study di Mesir, dalam pengumuman itu adalah informasi tentang iftor dan reuni Al-Kautsar.
Ternyata sahabat saya tersebut alumni dari Al-Kautsar, ia mengatakan bahwa satu yang terdapat di dalam foto itu adalah sahabatnya satu sekolah dan seorang juga siswanya ketika ia mengajar Aliyah Al-Kautsar.
Untuk meyakinkan saya ia menunjukan beberapa buku yang dikirim oleh salah seorang sahabatnya yang berada di Mesir tersebut. Kebetulan bukunya berbahasa Arab, salah satu bukunya adalah karangan Imam Al-Ghazali.
Nah, kawula muda sebagai generasi penerus, apa yang terpikirkan oleh kita dari kutipan kejadian di atas tadi? Ada hal luar biasa yang tetap mengalir sesuai dengan berlalu zaman, yaitu karya. Mari kita menelaah, bahwa salah satu karya yang populer dan orang yang berkarya tersebut masih disebut juga walau mereka telah lama wafat. Contoh di atas adalah karya imam Al-Ghazali. Pernahkah kita bertemu dan bercakap-cakap dengan beliau? Tentu tidak, akan tetapi ketika kita membaca karyanya, maka seolah kita berdialog, mendengarkannya berbicara, seolah-olah beliau ada di depan kita. Sepertinya ia masih hidup. Ya, masih hidup dengan nafas karyanya.
Berkarya sangat banyak jenisnya, salah satu yang akan tetap dan mungkin bermanfaat ketika kita telah wafat adalah tulisan atau buku karangan hasil pemikiran kita. Maka dengan menulis, kita bisa memberi, berbagi, terutama ilmu secara masal.
Mungkin imam Al-Ghazali dan Prof. Dr. Buya Hamka, atau ulama besar lainnya tidak berpikir bahwa apa yang mereka tulis bisa populer dan dibutuhkan orang sepanjang zaman. Namun Mereka berkarya untuk kemaslahatan umat, yang mungkin bisa bermanfaat bagi orang banyak dan tidak menutup kemungkinan pada generasi penerus.
Salah satu kata bijak mengatakan, “Dengan menulis (berkarya) kita dapat diketahui oleh anak cucu kita, bahwa kita pernah hidup”. Benar adanya, karya, tulisan adalah salah satu jejak kehidupan seseorang.
Dengan menulis, kita bisa memperpanjang umur, kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman walaupun nafas kita sudah berhenti berhembus. Maka menulislah, agar umur tetap panjang, tetap mengalir manfaat ilmunya. Rasulallah SAW bersabda:
“Jika anak adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalanya, kecuali tiga hal; sodakah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendo’akan.” [HR. Abu Hurairah].
Berkarya merupakan pekerjaan yang mulia. Menulis adalah pekerjaan para ulama, pewaris para Nabi. Seperti yang dikatakan Saidul Tombang, wartawan Riau Pos, dalam pelatihan jurnalistik, Saidul Tombang bertutur bahwa menulis adalah ladang yang tak bertuan. Ladang yang sangat luas, dan tidak akan ada habisnya bagi siapa yang mau memanfaatkannya untuk kebaikan orang banyak. Karena ilmu harus diikat. “Ilmu itu ibarat udara yang kita hirup yang berlalu lalang, gagasan yang berhembus, dan ia hanya bisa dikumpulkan dengan tulisan. Selagi otak kita mampu berpikir disitulah selalu ada kesempatan menulis, dan menulis itu adalah memberikan identitas baru dan nilai tambah pada diri seseorang,” ujar Saidul, begitu ia biasa disapa.
Sungguh sangat disayangkan kita hidup di dunia, namun kita pergi tidak meninggalkan bekas, tidak meninggalkan prestasi, karya, tulisan yang bisa memperpanjang umur kita dan sekaligus tetap memberi manfaat bagi orang lain yang kita tinggalkan.
Alangkah istimewanya seorang anak muda atau siapa saja yang mengisi setiap masanya, yang terus berusaha memberi kebaikan, membuahkan karya, menuliskan sesuatu yang amat berguna bagi orang lain. Saidul Tombang menambahkan, ”Orang yang memiliki karya dengan orang yang tidak berkarya sangat berbeda.” Ya, sangat berbeda seorang pemuda yang berkarya dibandingkan pemuda yang tidak menyumbangkan apa-apa di masa mudanya.
Kurnia Budiyanti, salah seorang aktivis pemerhati dunia remaja, mengatakan bahwa seseorang sangat dihargai dan dinilai dari tingkat pemikirannya, semakin tinggi pemikirannya, maka semakin tinggi nilai kepribadiannya. Seseorang memiliki pemikiran dan kemudian dituangkannya disebuah tulisan akan menambah nilai dirinya. Nah, Bisa jadi seorang pelajar akan memiliki nilai lebih dari gurunya jika pelajar itu telah memiliki karya nyata. Karena orang yang berkarya sangat jarang kita temui, yang jelas kemampuan yang mereka miliki dalam berkarya dan menulis adalah nikmat dan karunia Allah yang mesti disyukuri dan tidak untuk disombongkan.
Isilah masa muda kita dengan nafas karya, belantara hidup ini sangat tidak bernilai ketika kita lewati tanpa berbuat sesuatu yang bermakna dan berarti. Cara sakti menimbulkan gagasan dalam menulis:
1. Banyak membaca.
2. Banyak berjalan.
3. Banyak bersilaturahm. [Bambang Trim]
Read me
Mutiara Hikmah:
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
[Ali bin Abi Thalib. ra].
Read me
Mutiara hati:
Bukan termasuk kebaikan sepanjang hidup jika seseorang meninggal dunia dan tak ada prestasinya yang dikenang dengan baik.
[Muhammad Nabil Kazhim]
Read me
Mutiara Hati:
Jika tidak ada orang yang menulis ilmu, maka kita tidak akan bisa membaca ilmu di buku-buku yang kita baca saat ini bahkan kita kehilangan banyak ilmu dan pengalaman orang terdahulu. [
[Sya’ir Negeri Bonai]]
Bagaimana bisa menghasilkan karya? Menulis buku atau yang lainnya? Penasaran? Silakan request edisi lanjutan tulisan ini....insya Allah kita bisa sama-sama berbagi hikmah dan MARI.....CERAHKAN BANGSA DENGAN PENA.” key.....
By: Muklisin Al-Bonai

Faktor Apa Saja Yang Membuat Hidup Tidak Bahagia?


 1. SELALU MENGELUH Yup! Ketidakbahagiaan dan kurangnya bersyukur menyebabkan seseorang selalu mengeluh! Apa-apa selalu saja ada kurangnya. Akhirnya KEBAIKAN di depan mata sedikitpun tidak terlihat. Yang terlihat hanyalah kekurangannya saja. Maka timbullah keluhan. Keluhan akan keluar bak solokan yang bocor. Ucapannya bisa kemana-mana.

 2. IRI HATI Lihat sebelah kiri bagus..iri, lihat sebelah kanan megah... dengki. Hidupnya terasa bahagia hanya ketika melihat orang lain yang tidak disukainya menderita. Bagaimana hidup bisa bahagia kalau kebahagiaannya justru datang dari penderitaan orang lain? Oleh sebab itu, sifat yang satu ini sebaiknya disingkirkan jauh-jauh dalam diri kita.

 3. MEMUPUK PERASAAN HEBAT SENDIRI Di atas langit ada langit, dan itu berlaku bagi siapapun. Jadi, di dunia ini tidak ada yang benar-benar hebat. Kehebatan hanya milik ALLAH. Jangan memelihara rasa sombong, karena rasa ini hanya akan membuat Anda bahagia hanya ketika orang lain memuji, atau ketika orang lain tunduk. 4,5,6,dst.. Ada yang mau nambahin?(FB; Aku Ingin Jadi Pengusaha Sukses. Syaiful Amri)

Kekecewaan yang Menjadi Kekuatan



Menuju kesuksesan atau hidup yang lebih baik, kegagalan pasti hadir. Kecewa karena gagal bisa Anda jadikan kekuatan melalui cara-cara menggunakan kekecewaan yang benar.


Bagi seorang pemenang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan memberi inspirasi kepada mereka untuk terus belajar dan take action sehingga mereka lebih baik dan lebih kuat. Bagi pecundang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menghentikan mereka.

Mengutip John D. Rockefeller, “Saya selalu berusaha mengubah setiap bencana menjadi peluang.” Menurut ayah kaya Robert Kiyosaki, “ Hanya orang bodoh yang berharap semua berjalan sesuai dengan keinginannya.”


Siap untuk kecewa bukan berarti menjadi seorang pecundang yang kalah atau pasif. Dengan siap secara mental dan emosional serta finansial mempersiapkan diri menghadapi kejutan yang mungkin kita tidak inginkan maka kita bisa bertindak dengan tenang dan bijaksana ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita.


Dengan kata lain kita harus siap dengan kemungkinan terburuk dan selalu berjuang (termasuk dalam hal ini belajar, mempunyai impian) dengan konsisten dan persisten untuk mencapai yang terbaik.


Singkatnya, kita semua melakukan kesalahan. Kita semua merasa kesal dan kecewa ketika keadaan tidak sesuai keinginan kita. Namun perbedaannya terdapat pada cara kita memproses kekecewaan itu secara internal. Ayah kaya meringkasnya seperti ini. Ia berkata, “ukuran keberhasilanmu ditentukan oleh kekuatan hasratmu; besarnya mimpimu; dan caramu menghadapi kekecewaan selama perjalanan.”


Banyak orang yang menggunakan kekecewaannya seperti membangun tembok mengelilingi mereka sehingga mereka tidak berkembang lagi. Tetapi ada juga yang menggunakan kekecewaan sebagai pondasi atau batu pijakan untuk tumbuh menjadi lebih baik.


Bagaimana caranya menggunakan kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menjadi kekuatan. Yaitu dengan menggunakan pertanyaan di bawah ini :


- Apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini sehingga besok saya menjadi lebih baik?


- Saya harus belajar apa sedemikian sehingga bila menghadapi hal yang sama, saya akan jauh lebih berhasil?


- Siapa yang bisa membantu saya untuk menghadapi masalah yang sama sedemikian sehingga menjadi lebih mudah berhasil?


Semoga bermanfaat,





Tung Desem Waringin

SIFAT ALAMI PRIA... ? (ISTERI harus BACA)

SIFAT ALAMI PRIA... ? (ISTERI harus BACA)
✓ Pria itu EGO nya tinggi..
Jadi jangan suka membanggakan laki2 lain di depannya.. Kerana dia ingin hanya dia laki2 terbaik dimatamu..
✓ Pria itu suka CEMBURU..
Jangan dibilang hanya wanita yg pencemburu, pria sebenarnya 'lebih' pencemburu, hanya trkdng dia memendamnya dlm hati, dan mengalihkan pd hal lain,, (misalnya,, ada laki2 lain yg sering melirikmu, maka dia akan segera mengajakmu menjauh dari tempat itu,, karna dia cemburu...)
✓ Pria itu LIAR dan KASAR,,,
Jangan kaget jika saat dia lg kesal,, kadang dia dengan sengaja meletakkan barang dgn keras, karena dia ingin kau tahu bhw dia lagi punya masalah,, atau ada yang tidak disukainya. Jangan balas kekasarannya dgn kemarahan tapi tetap saja dgn lembut kau bereskan,. Saat sendiri berdua, tanyakan baik2. Maka dia akan menumpahkn segala uneg2nya.
✓ Pria itu Suka Menjadi no 1..
Saat dia membutuhkan sesuatu, maka dahulukan lah dia, meskipn kau lagi sibuk dgn satu pekerjaan, karena dia akan merasa tdk di perhatikan.
✓ Pria itu Bayi Besarmu yang suka MERAJUK..
Apalagi saat dia bicara,, jangan coba2 kau sibuk dgn HP mu, dia akan sangat trsinggung kerana merasa diabaikan.
Saat tidur, jangan coba2 kau membelakangginya saat dia belum pulas tertidur, dia akan merasa kau lagi tidak suka didekatnya..
Saat dia makan, temanilah.. Meskipn kau masih kenyang.. Kerana dia akan merasa sangat sendiri,,, jika makan tapi tak di temani dan dilayani..
✓ Namun Pria itu adalah PENCINTA SEJATI,,
Jika hatinya sdh memilih untuk mencintaimu, maka dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan orang yang di cintainya..
JIka setuju dengan artikel ini, cukup dengan klik BAGIKAN teman-teman anda....

Bersponsor · 

SEMUA PASTI BERAKHIR

SEMUA ORANG AKAN PASTI MATI, TAPI YANG TERPENTING BAGI ALLAH ADALAH PRILAKU KITA SELAMA HIDUP
By: BoengBonaiMenulis

Dalam sebuah seminar (28-12-13) DAHSYATNYA MENTORING trainernya memutarkan sebuah video di sesi akhir acara. Dalam video itu bercerita tentang para pendaki. Banyak mengalami tantangan bahkan nyawa melayang. Tapi ada seorang pendaki yang tetap melaksanakan shalat di atas gunung es. Salah seorang temannya berkata, “Anda ternyata seorang yang taat…” dan ia menjawab, “SEMUA ORANG PASTI AKAN MATI, TAPI YANG TERPENTING BAGI ALLAH ADALAH PRILAKUNYA SELAMA HIDUP.”
HIDUP. Apakah kata hidup ini tidak ada pasangannya? Tentu ada, pasangannya adalah MATI. Lalu, fakta tentang hidup adalah setiap yang bernyawa akan merasakan kematian begitu Sang Khalik berfirman. Artinya bahwa semua makhluk khususnya yang bernama manusia akan mati. Jadi, apa yang paling berpengaruh dari kehidupan kita saat kita menemui kematian? Yaitu prilaku ataupun perbuatan, amal baik atau buruk akan mempengaruhi awal kematian kita. Memutuskan apa yang akan kita perolah di saat kematian menjemput bukanlah setelah kematian itu terjadi karena pada saat itu kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menunggu. Ya, menunggu pengadilan Sang Khalik tentang apa yang telah kita perbuat selama kita hidup. Kapan keputusan tentang apa yang ingin kita perolah saat kematian adalah saat kita hidup, yaitu saat ini, bukan nanti atau setelah mati. Yaitu menentukan pilihan hidup, yaitu hidup yang sesuai dengan cara hidup Sang Khalik. (Tulisan ini akan dikembangkan, insyallah)

DE BATAS KOTA, 28-12-13

Anarkisme VS Idealisme Mahasiswa di Kacamata Publik


Oleh Muklisin Al-Bonai
Tragedi memilukan adalah ungkapan yang perih atas kejadian telah menyebabkan kematian ketua DPRD SUMUT. Pada hari selasa, 03 Februari 2008 di Sumetera Utara ratusan masa menyerbu kantor DPRD. Masa menuntut pemekaran kabupaten Tapanuli Selatan. Fenomena ini sangat hangat dan menyita perhatian publik.
Jika melihat peristiwa yang tragis ini, ada persepsi yang kurang baik dan masih tersimpan di memori publik dalam proses penyampaian aspirasi kepada pemerintah maupun wakil rakyat. Dan bahkan pada saat ini, hampir di semua lini lembaga, instansi maupun swasta telah menggunkan ‘senjata demonstarsi’ sebagai alat yang ampuh dalam mempercepat bisa diproses atau diterimanya suatu aspirasi atau idealisme yang diangkat oleh publik.
Sejak meletusnya pertama kali dalam skala yang besar pada peristiwa trisakti 12 Mei 1998, demonstrsi ‘cukup akrab’ bagi publik dalam pemecahan masalah yang dianggap kurang mendapat dukungan oleh pemerintah atau wakil rakyat. Persepsi munggunakan kebebasan berpendapat inilah yang dibawa oleh publik dalam menyelesaikan suatu masalah dari kelurahan hingga kepada pemerintahan yang tertinggi sekalipun.
Demikian juga atas kasus kematian Ketua DPRD SU, H Abdul Aziz Angkat, Selasa, 03 Februari 2009, yang disebabkan oleh tindakan brutal dan anarkis yang dilakukan demonstran pendukung pembentukan provinsi Tapanuli, ini menyisakan banyak pertanyaan di kalangan publik luas. Banyak di antara mereka yang memberikan penilaian bahwa hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi kalau pihak polisi dan pengamanan mampu memberikan pengamanan yang cukup.
Nasi sudah jadi bubur. Inilah ungkapan yang paling tepat dan juga selalu saja penyesalan itu datangnya terakhir. Saatnya bukan untuk saling menyalahkan. Namun, bagaiman seharusnya menyikapi suatu peristiwa dengan lebih bijak. Peristiwa ‘kebebasan’ mengeluarkan pendapat yang akhirnya ‘kebablasan’ ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, bahkan sudah ratusan kali. Begitu banyak menyisakan goresan-goresan sejarah baik yang menimbulkan perubahan maupun puing-puing kepiluan yang mendalam.
Hingga tanggal 09 Ferbruari 2009 telah ditetapkan 36 tersangka oleh kapolres kota Medan. Para demontrasi ternyata banyak melibatkan para mahasiswa perguruan tinggi. Para mahasiswa mengaku diajak oleh ketua BEM dan diiming-imingkan uang rokok dan makan sejumlah Rp.25000 per orang.
Peristiwa anarkisme yang dilakukan demi tegaknya suatu idealisme bagi kepentingan golongan tertentu. Umumnya telah banyak kita saksikan bahwa para demonstran tidak lagi murni dalam menyampaikan pokok aspirasi dan idealisme dan pada akhirnya hanya menyisakan bekas anarkisme di kacamata publik. Salah satunya adalah para demonstran yang tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi yang melakukan orasi atau demonstrasi yang terjadi baru-baru ini.
Citra yang cukup negatif bagi kalangan mahasiswa telah ‘tercium baunya’ oleh publik. Salah satu contohnya yang pernah diberitakan oleh Republika di Jakarta buntut penyerbuan kampus Universitas Nasional (Unas) oleh polisi, hingga mengakibatkan seorang polisi lalu lintas (lalin) di perempatan Republika, Pejaten, Jakarta Selatan dikeroyok oleh mahasiswa. Polisi tersebut babak belur. Peristiwa brutal itu disaksikan seorang tukang ojek yang biasa mangkal di dekat kantor Republika, Jakarta, Sabtu (24/5/2008).
Peristiwa ini hanya sebagian kecil yang ditangkap oleh kaca mata publik dan masih banyak lagi demontsrasi yang berbuntut anarkis yang dilakukan oleh masyarakat maupun kalangan intelektual perguruan tinggi. Jika kita lihat dari kaca mata yang berbeda, tentunnya ada hal positif dengan menggunakan ‘demo’ dalam penyampaian aspirasi rakyat kepada pemerintahan jika proses itu masih dalam keadaan damai dan sesuai dengan prosedur. Namun beberapa dekade terakhir lebih terlihat dari kaca mata yang cukup negatif bahwa demonstarsi lebih cenderung ke arah anarkisme ketimbang idealisme.
Yang jelas, mahasiswa sepertinya tidak dapat dipisahkan dengan kata-kata idealisme dan demonstrasi atau anarkisme. Menurut Syaiful Misgiono pimpinan umum tabloid Gagasan UIN SUKSA bahwa mahasiswa identik dengan domonstran, cendikiawan muda, agen perubahan, stok bagi pemimpin bangsa dan juga kaum intelektual. Namun, dengan seringnya mahsiswa turun ke jalan dalam menyampaikan aspirasi baik itu mengatasnamakan rakyat atau kelompok telah meninggalkan image tersendiri bagi publik. Jika disebut tentang mahsiswa yang selalu ingat adalah ‘demo’ ataupun yang negatifnya kerusuhan yang dilakuan oleh sebgian kalangan mahasiswa tertentu, namun semua mahasiswa juga disebut.
Untuk saat ini, dilihat dari fakta dan realita dari dampak demonstasi yang pada awalnya dalam rangka menyalurkan aspirasi dan idealisme, namun lebih banyak menyisakan anarkisme. Niat baik jika tidak dilakukan dengan cara yang tidak baik tidak akan menghasilkan perkara yang baik. Bagitu juga dengan aksi para demonstran yang dilakukan di depan kantor DPRD SU yang akhirnya merenggut nyawa salah seorang wakil rakyat yang dahulu dipilih untuk kepentingan rakyat.
Lain lagi dengan aksi demo anarkis di bebarpa tempat umum yang akhirnya merusak insfrastruktur, kantor pemerintah yang dibangun dengan dana rakyat juga, universitas tidak sedikit yang rusak, kemacetan di jalan raya akibat aksi demo, mandeknya rutinitas kerja, liburnya sekolah, waktu-waktu dibuang percuma, telah banyak kerugian materi yang ditimbulkan bahkan tidak sedikit yang meregut korban jiwa, baik dari kalangan para demonstran maupun pihak kemanan. Ini bisa kita lihat lagi dari peristiwa aksi demonstrasi besar-besar pada peristiwa Trisakti 12 Mei 1998 telah menyebabkan korban dari kalangan mahasiswa dan juga baru-baru ini telah meregut nyawa seorang ketua DPRD SU yang seharus menjadi tempat menyampaikan aspirasi sebagai wakil rakyat yang dipilih dan dipercaya.
Jika kita harus bertanya, inikah proses demokrasi? Kebebasan bersuara yang telah menjadi dalih menghalalkan segala cara. Demokrasi saat ini identik dengan anarki. Peristiwa di Medan itu adalah salah satu bentuk demokrasi yang keliru. Peristiwa ini hanya bentuk akumulasi beberapa dekade tentang citra demokrasi bangsa ini. Demokrasi hanyalah proses, bukanlah segala-galanya hingga menjadi dalih menghalalkan segala cara. Jika diperhatikan, roh demokrasi kita pada saat ini mengalami mati suri disebabkan beberapa kasus terakhir, khususnya kasus anarki di Medan. Seolah-olah dengan mengusung demokrasi bisa menghalalkan segala cara.
Peristiwa demi peristiwa yang memilukan dan memalukan lembaga negara tidak sepenuh kesalahan para demonstran atau pihak keamanan. Namun, ini menjadi pelajaran dan bisa membuka cakrawa berpikir sebagai warga negara yang baik harus memperhitungkan cara-cara yang lebih baik dan arif dalam menyampaikan kehendak bukan melakukan sesuatu menurut kehendak masing-masing. Kita satu bangsa untuk saling menjaga. Kita bisa lebih maju dan berjaya dalam tata krama dan sikap menghargai sesama yang tinggi. Idealisme harus tetap kita perjuangkan, tapi bukan mengundang timbulnya anarkisme yang menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa.
Cukuplah peristiwa trisakti 12 Mei 1998 yang memilukan dan merupakan salah satu pelanggrana HAM yang terbesar disepanjang catatan sejarah bangsa kita dalam roda perubahan dan reformasi. Sudah menjadi pelajaran yang berharga peristiwa perang saudara yang menggunkan ‘sejata demonstrasi’ memerangi pihak yang tidak satu ide atau yang tidak memenuhi aspirasi. Dari peristiwa itu telah menyita waktu, menyita tangisan dan kerugian serta meninggalkan bekas citra yang negatif bagi para demonstran baik itu masyarakat umum maupun kaum intelektual yang seharusnya lebih bisa damai dalam bersikap dan bertindak.
Cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa yang dilakukan para demonstran pada tanggal 03/02/09 di kantor DPRD SU sehingga menyebabkan salah seorang wakil rakyat menjadi korban atas aksi brutal tersebut dan juga rusaknya infrastruktur. Terlebih lagi, para demonstran juga mengdapat bagian dari tindak-tanduknya dalam peristiwa tersebut dijerat dengan pasal yang berlapis-lapis, dan tentunya jeruji besi.
Mahasiswa Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA Riau. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Cab. Pekanbaru. muksbonai@gmail.com. www.freewebs.com/cintabaca

JUDUL BUKU ALBONAI LIBRARY

Judul Buku /Nama Pengarang /Penerbit /Status/ Milik /Keadaan
1.Menjadi Kekasih Allah/ Syaikh.Abd Qodir Jailani/ Citra Media Agama/ Best Seller /Mr.Muklisin Al-Bonai/ Borrowed
2.Sejarah Hidup Muhammad/ Muhammad Husain Haekal/ Litera AnatrNusa/ Best Seller /Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
3.Wasiat Rasul Buat Lelaki/ Muhammad Khalil Itani/ AQWAM/ Cet.I.2007/ Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
4.Terjemahan Shahih Bukhari/ 1 Izzudin Ahmad Az-Zubaidi/ Toha Putra/ Best Seller /Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
5.Terjemahan Shahih Bukhari/ 2 Izzudin Ahmad Az-Zubaidi/ Toha Putra Best Seller/ Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
6.AQIDAH Islamiyah Sayid Sabiq Robbani Press Since 1982 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
7.Latihan Shalat Khusu' Abu Sangkan Yayasan Shalat Khusu' Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
8.Fiqh Islam Lengkap Drs.Moh.Rafa'i Toha Putra Since 1978 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
9.Bekal Juru Dakwah Salim Bahreisy(Pent) TB.Balai Pustaka Since 1977 My.Fath.Amsar Jas Ada
10.Meraih Bening Hati Dengan.. KH.Abdullah Gymnastiar Gema Insani Cet.IV.2004 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
11.Sifat Shalat Nabi SAW Ahmad Sabid (Pent) Media Tarbiyah Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
12.Cara-cara Cerdas Hafal Al-Qur'an Dr.Raghib As-Sirjani & AQWAM Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
13.Total 100% Ramadhan Muhammad Mis'ad Yaqut INAS Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
14.Pusaka Salafus Shalih Abdul Karim bin Shaleh Al Humaid PUSTAKA AZZAM Cet.I.2005 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
15.Cinta Berbuah Surga Habiburrahman E-Sirazy MQ PUBLISHING Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
16.Spritual Reading Dr.Raghib As-Sirjani & AQWAM Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
17.Berpikir Sejak Anda Bangun Tidur HARUN YAHYA Globalmedia Cet.I.2004 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
18.The True Power of Water Masaru Emoto MQ PUBLISHING Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
19.Peluang Usaha Anak Muda Agoeng Wityatmoko mediakita Cet.I.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
20. MAKING DREAM TEAM Joni Lis Effendi Pustaka Ulumuddin Cet.I.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
21.Apa yang mengahalangimu mendapatkan hidayah Abdullah bin Abdul Aziz Zikrul Cet.II.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
22.60 Penyakit Hati Uwes Al-Qorni Rosda Cet.9.2003 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
23.38 Sifat Generasi Unggulan DR.Majdi Al-Hilali Gema Insani Since 1994 My.Fath.Amsar Jas Ada
24.Tentram di Hati Tenang di Jiwa Aidh Al-Qarni Grafindo Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
25.Sabar Kunci Sukse Karir Gemilang Majlis Sabar Dian Rakyat Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
26. 24 JAM BERSAMA ALLAH Muhammad Hasan Yusuf AQWAM Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
27.Mencari Mutiara di Dasar Hati Muhammad Nursani Tarbawi Press Cet.III.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
28.TO BE is TO DO Aiman Tashika Indiva Media Kreasi Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
29.HIDUP TENANG TANPA HUTANG Dr. H. Muchammad Ichsan, Lc., MA Mocomedia Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
30.BACA YUK...! Muhamad bin Husen Misyikat Cet.I.2004 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
31. ESQ Ary Ginanjar Agustian Arga Best Seller Uncle. Dodi.Z, SE Ada
32.Sebab diampuninya dosa Fatin binti 'Abdul 'Aziz HASYIMI Cet.III.2005 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
33.Menggapai Hidayah dari Kisah Isyan Basya HASYIMI Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
34. Inilah Rasul Sang Penyayang Dr. Raghib As-Sirjani AQWAM Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
35.PEDOMAN ZAKAT Arizal, Lc,.SsA IKMI WIL RIAU Cet.I.2004 Arizal, Lc, SsA. (Hibah) Ada
36.Bimb Penyelenggaraan Jenazah Arizal, Lc,.SsA IKMI WIL RIAU Cet.I.2004 Arizal, Lc, SsA. (Hibah) Ada
37.TANYA JAWAB ISLAM Prof. K.H. Syafi'i Abd Karim Al-Ikhlas Since 1991 My.Fath.Amsar Jas Ada
38.Pendekatan Komunikatif Bahasa Arab Promadi, MA. Ph.D SUSKA PRESS Cet.I.2008 Promadi, MA.Ph.D Ada
39.Keagungan Madzhab Sjafi'i K.H. Siradjuddin Abbas PUSTAKA TARBIJAH Since 1968 My.Fath.Amsar Jas Ada
40.SEDEKAH TANPA UANG Fahrul Mu'is AQWAM Cet.I.2007 Sist Budiyawati (Hibah) Ada
41.Menjadi Wartawan Masa Depan Arsito Hidayatullah, EDITOR Masa Depan-Riau Pos Cet.I.2007 Riau Pos (Hibah) Ada
42.PELAJARAN TAJWID Abdullah Asy'ari, BA APOLLO Since 1987 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
43.How To Be A Smart Writer Afifah Afra Indiva Media Kreasi Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
44.
45.SUKSES ITU MUDAH Muhammad Nabil Kazhim ABYAN Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
46.Betapa Allah Mencintaimu Ratna Dewi Idrus Ananda Publishing Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
47.MEMBANGUN OBSESI Dr. Muhammad Musa Syarief SYAAMIL Cet.I.2003 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
48.LUBANG PADA TEMBOK AKAL Basel Syaikhu AULIA PRESS Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
49.TABRANI DALAM BINGAKAI RIAU MERDEKA Ronny Basista RIAU CULTURE INSTITUTE Cet.I.2004 Prof.Dr.Tabrani Rab (Hibah) Ada
50.Berani Mengatasi Malas Muklisin Al-Bonai bin Amsar Jas HIPEMABonai Drsslm Press Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
51.Berani untuk Maju Muklisin Al-Bonai bin Amsar Jas HIPEMABonai Drsslm Press Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
52.Berbahagialah Anda Dicintai Allah Dr.Zuhair Muhammad Az-Zamili Insan Kamil Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
53.FILOSOFI KOPI Goenawan Muhamad Truedee Book & GagasMedia Cet.I.2006 Defri Maulana (Hibah) Ada
54.Malam Pertama di Alam Kubur Dr. A'idh Al-Qarni, M.A AQWAM Cet.xxx.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
55.Mengukir Kata Menata Kalimat Andrias Harefa GRADIEN BOOKS Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
56.Best Seller Sejak Cetakan Pertama Agus M. Irkham Indiva Media Kreasi Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai
57.
58.
59.
60.Meneladani Bisnis Rasulallah Dr. Asyraf Muhammad Dawwabah Pustaka Nuun Cet.IV.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
61.MIND SET PARA MILIARDER William Tanuwidjaja Media Pressindo Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
62.Berbisnis dengan Otak Kanan Suryono Ekotama Media Pressindo Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
63.Smart Heart, Smart Business Reza M. Syarief Prestasi Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
64.tiba waktumu MENGATUR waktu Ustd. Dr. H. Muchamad Ichsan, Lc., MA. Ichsani Media Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
65.Rezeki Berkah & Melimpah Dr. Fadhal Ilahi Qudsi Media Cet.III.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
66.Meraih Rezeki Tak Terduga Ahmad Yasin Ibrahim Qultum Media Cet.IV.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
67.DAHSYATNYA INVESTASI PAHALA Syaikh Sulaiman Al-Majid PUSTAKA ultimizan Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
68.Sifat Shalat Nabi Dr. A'idh Al-Qarni, M.A Wacana Ilmiah Press Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
69.KISAH-KISAH PAHLAWAN GENERASI PILIHAN Hilmi bin Muhammad bin Islam WAFA PRESS Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
70.PRINSIP-PRINSIP JIHAD Dr. Abdullah Azzam Kafayeh cipta media Cet.I.207 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
71.SMS Dari Rasul Abu Azka Fathin Mazayasyah Qudsi Media Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
72. 14 JALAN MENCINTAI ALLAH Imam Al-Ghazali PUSTAKA MARWA Cet.III.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
73.Nikah itu tak Mudah Afifah Afra Indiva Media Kreasi Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
74.SUPER HEALTH Gaya Hidup Sehat Egha Zainur Ramadhani Pro-U Media Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
75.DE WINST Afifah Afra Indiva Media Kreasi Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
76.AIR MATA BULAN Oly Rinson GURINDAM PRESS Ganti AWARD Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
77.Mai (Intan-Kaca) Sudarno Mahyudin GURINDAM PRESS Ganti AWARD Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
78.getah bunga rimba Marhalim Zaini GURINDAM PRESS Ganti AWARD Mr.Muklisin Al-Bonai Ada