JANGAN PERNAH LUPA
Ku Bayar Waktu 1 Jam mu, Nak!
Al kisah ...seorang pemuda yang dibesarkan dengan belaian kasih ibu tercintanya. Setelah beranjak usia produktif, muncul keinginan besar dari pemuda tersebut ingin mandiri dan membahagiakan ibunya. Wal hasil.. dengan kerelaan yang berat, sang ibu merelakan anaknya merantau ke negeri seberang yang konon perekonomiannya jauh di atas bangsa ini, apa lagi dibandingkan dengan ekonomi di kampungnya.
Seiring waktu dan secara bertahap sang anak mengalami kesuksesan di rantau, kesuksesan yang disertai dengan kesibukan yang seimbang. Gajinya yang tergolong besar bahkan sangat besar jika dibanding dengan pembesar yang ada di negeri ini memang layak diterima sang anak jika dilihat dengan aktivitas dan kesibukannya.
Keinginan untuk membahagikan ibunya di kampung tetap merupakan skala prioritasnya. Hampir tiap bulan sang anak memberi ibunya uang yang nilainya sangat besar. Sang ibu membuat kantong dari kain, setiap kali sang ibu mendapatkan uang kiriman anaknya, sang ibu menyimpannya di kantong kain tersebut.
Waktu terus berlalu.., sudah bertahun tahun sang anak tidak pulang. Uang kiriman sang anak sudah memenuhi isi kantong kain milik ibunya, tidak terhitung lagi jumlah bersihnya. yang jelas jumlahnya jauuuh melebihi gaji sang anak untuk tiap bulannya.
Pagi hari raya pun tiba...ini adalah pagi hari raya ke 5 kalinya sang anak tidak pulang ke kampung halamannya. Sang ibu duduk sendirian di kursi santainya, secarik kertas yang bertuliskan sederet nomor terlihat erat digenggaman sang ibu, beberapa kali dibacanya, kemudian digenggamnya kembali. Dengan bantuan seseorang di kampungnya, sang ibu meminta untuk dapat berbicara kepada anaknya lewat beberapa digit nomor yang tercantum di kertas lusuh akibat eratnya genggaman.
Jauh di rantau sana, terdengar dering telpon selluler milik sang anak. Terlihat di layar handphone beberapa digit nomor yang tidak dikenal. Komunikasi pun tersambungkan.. "Siapa ini..??" kata anaknya. "Ini ibumu mau bicara," jawaban dari seseorang yang membantu ibunya tersebut yang sejurus kemudian memberikan ganggang telpon ke ibu pemuda tersebut. Ganggang telpon sudah di tangan sang ibu, untuk beberapa saat tidak ada kata yang bisa diucapkan sang ibu. Akhirnya hanya sebait kalimat saja yang keluar dari mulut sang ibu saat itu. "Bisa kau pulang walau untuk satu hari, Nak??". Sejurus kemudian sang ibu langsung meletakkan ganggang telpon ke dudukannya semula, bersamaan dengan itu dari handphone sang anak langsung terdengar nada bit berulang-ulang yang menunjukkan putusnya komunikasi.
Sang anak sudah tidak bisa konsentrasi lagi saat itu, naluri sebagai seorang anak mencuat, sosok sang ibu langsung terlintas ditiap butiran darah yang mengaliri otaknya, otaknya benar-benar buntu untuk memikirkan apapun, yang ada dalam isi otaknya adalah "pulang dengan amat sangat segera." Tanpa persiapan dan perencanaan apapun, sang anak membatalkan apapun yang menjadi agendanya hari itu. Dirinya segera menuju arah bandara dan menaiki pesawat yang paling cepat keberangkatannya hari itu menuju ibu kota provinsi di mana kampungnya berada. Dari ibu kota provinsi tersebut sang anak harus menaiki bus beberapa jam untuk sampai ke kampung halamannya.
Tiba di kampung....
Lama sang anak berdiri di depan halaman rumah. Sebuah rumah yang sudah lama ia tinggalkan dan terlihat sepi. Air matanya mengalir sebelum sosok ibunya terlihat olehnya, sang ibu yang sudah bertahun tahun ia tinggalkan. Sang ibu masih berada di kursi santainya, tidak ada kata-kata yang terlontar ketika itu melainkan hanya sembah sujud yang disertai isak tangis dan air mata sang anak. Sementara sang ibu belum menampakkan reaksi apapun, belum terlihat butiran air mata yang merembes di pelupuk matanya. Sikapnya masih sulit untuk ditebak ketika itu.
Beberapa menit kemudian...
Situasi pun mereda, suasana sudah mulai sedikit kondusif untuk berbicara. Segala gejolak emosi yang tadinya tertahankan dan mendesak di dada telah mulai mencair dan keluar beserta deraian air mata sang anak. Mereka berdua kemudian duduk di lantai dengan alas sebuah tikar pandan. Terlihat beberapa potong kue hari raya dan gelas minuman menghiasi jarak antara mereka berdua.
"Berapa gaji kau sebulan nak..??" Ibunya memulai pertanyaan. “Kalau dihitung dengan mata uang kita sekitar 50 juta.” Jawab sang anak.
Kemudian sang ibu beranjak dari tempat duduknya, menuju ke kamarnya dan mengambil sebuah kantong kain yang berisi penuh dengan uang kiriman anaknya. Kemudian sang ibu duduk kembali di tempat duduknya semula yang berada tepat di depan anaknya. Kemudian ibunya berkata :
“Sekarang dengarkan ibu, nak.” Ibunya berkata dengan suara yang berat.
“Ibu mohon kepadamu untuk satu kali ini saja…” terdengar suara ibunya yang semakin berat, dan kemudian terlihat butiran air mata yang mulai merembes d ipelupuk mata ibunya. “Engkau duduk di sini selama 1 jam saja bersama ibu, dan ibu bayar waktumu ini dengan semua uang ini.” ***SELESAI****
(A Story by Icun Abra bin Abdullah)
Kado cinta hikmah renungan:
Sahabat, “Sesungguhnya yang membahagiakan orang tua adalah ketika melihat jasad anaknya yang menjenguknya, bukan uang anaknya. Bagi orangtua, satu jam bahkan kurang dari satu jam bersama anaknya jauh lebih bermakna dari seluruh kekayaan anaknya meskipun sang anak orang yang paling kaya di atas dunia ini. Buat yang lagi merantau, buat yang sudah lama tidak menjenguk orang tuanya. Pulanglah…Lihatkan senyumanmu kepada orang tuamu, izinkan mereka melihat puas wajahmu walau untuk satu detik saja.” Begitulah komentar dari Icun Abra saat mendengarkan kisah ini dari salah seorang ustadz yang berceramah di bulan Ramadhan 2007.
Sungguh betapa besarnya kasih sayang dan cinta seorang ibu. Takkan tergantikan sepanjang masa dan oleh materi. Dia hanya butuh anaknya, anak yang dikandung dan dilahirkan dari rahimnya sendiri dengan mempertaruhkan nyawanya. Bahkan waktu 1 jam lebih berharga dari yang diberikan anaknya. Maka, dari itu apa yang terjadi dalam kehidupan kita setiap harinya ada pesan cinta, moral dan kasih sayang yang telah diselipkan di celah-celah alam semesta ini. Hidup akan indah saat setiap orang mau menunjukan cinta dan kasih sayang secara nyata, baik itu pada orang tua, kekasih, sesama maupun dengan alam sekitar.
Satu hal yang harus kita ingat bahwa untuk meraih sukses dan bahagia, salah satu kuncinya adalah berbakti pada orang tua. Kita tidak akan menemukan kesuksesan sejati jika kita melupakan mereka yang berjuang untuk kita sehingga kita bisa meraih semua itu. Salah satu pesan cinta dari kehidupan dan sebagai inspirasi sukses terbesar adalah selalu memberikan yang terbaik kepada orang tua dan keluarga.
Catatan hati: Untuk semua sahabat, sungguh kehidupan akan tersenyum saat kita berlajar membacanya dalam nada hikmah dan cinta. Jangan pernah lupa cinta mereka yang tulus mencintaimu dan ingin selalu bersamamu walaupun hanya dalam bait-bait do’a.
Hidangan Tafakur:
Hayati 8 Kado Cinta Istimewa
Inilah saatnya kita bepikir tentang hal yang sangat berarti sejak kita dilahirkan. Yaitu kasih sayang orang tua dan keluarga. Berikut akan kita hayati 8 kado istimewa bagi kita yang tak ternilai harganya yang akan kita berikan kepda orang-orang yang kita cintai yang pernah disampaikan oleh Andi Muzaki dalam Keebook Private Librarynya:
KEHADIRAN
Sungguh indah dan kehadiran orang yang dikasihi merupakan kado yang paling indah bahkan tidak bisa digantikan dengan hal lain. Kita harus bertemu dan melihat wajahnya walau sesaat. Begitulah mungkin yang akan kita katakan bagi orang yang kita kasihi. Dengan era modern, kita sebenarnya juga bisa hadir melalui HP, surat, faks dan foto. Namun, secanggih apa pun tekhnologi, pertemuan fisik tetap menjadi dambaan semua orang tua dan anak. Jadi dengan berada di sampingnya, kita dapat berbagi perasaan secara utuh, langsung dan intensif. Maka, jadikan kehadiran kita sebagai penawar kebahagiaan.
MENDENGAR
Tidak banyak manusia yang berusaha memberikan kado ini. Seperti yang kita ketahui bahwa orang lebih suka didengarkan dibandingkan mendengarkan. Salah satu cara memusatkan perhatian dan kasih sayang kita kapada orang tua, teman dll adalah bersikap sopan di hadapan mereka dan berlapang dadalah dalam mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Jangan pernah sekali-kali menampakkan sikap acuh tak acuk kita, atau memotong pembicaraan atau bahkan kita sengaja tidak mau mendengarkannya. Karena itu akan menjadi langkah awal rusaknya keharmonisan hubungan, apalagi pada orang yang lebih tua.
DIAM
Selain ucapan yang keluar dari mulut yang terdengar, diam juga memiliki pengaruh ada kekuatan tersendiri. Diam bisa juga digunakan untuk membuat situasi tidak kondusif, membingungkan, munghukum bahkan mengusir. Namun lebih dari itu, diam adalah kado yang indah bila ia menjadi cara menunjukan sikap sopan dan cinta kita kepada orang kita kasihi, sebab kita memberinya ‘ruang’ untuk memikirkan apa yang sedang terjadi. Bahkan Rasulullah jika ia tidak suka dengan sikap istrinya ia tidak langsung memvonis, namun dengan diamnya istrinya tahu kalau ada hal yang kurang berkenan.
KEBEBASAN YANG BERTANGGUNG JAWAB
Kita tidak bisa mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya tanpa melakukan aktifitas positif. Namun lebih dari itu adalah bagaimana kita memberikan kepercayaan dan amanah yang akan ia emban dan bisa dipertanggung jawabkan atas apa yang ia putuskan dan lakukan dalam kehidupannya.
KINDAHAN
Siapa yang tidak bahagia jika anak atau orang tua kita tetap sehat dan tersenyum saat kita temui. Tampil indah dengan wajah yang bahagia merupakan kado yang indah. Indah dalam segi pakaian, rumah dan yang paling penting adalah keindahan hati. Karena cinta adalah perpaduan keindahan itu sendiri.
TANGGAPAN POSITIF
Terkadang, tanpa sadar kita sering memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Ironinya lagi, seolah-olah tidak ada yang benar dari diri mereka dan kebenaran mutlak itu hanya bagi kita. Maka, mulai detik ini hadiahkan kado tanggapan positif kepada orang tua, sahabat, suami atau istri kita. Lakukan dengan tulus dan nyata. Ingat lah, kira-kira seberapa sering anda mengucapkan terimakasih pada mereka dan kapan terakhir kalinya ucapan itu anda nyatakan? Dan ingat juga, pernahkan kita memberikan apresiasi atas keberhasilannya? Atau meminta maaf jika kita melakukan kesalahan, walau harus memulainya hari ini.
KESEDIAAN MENGGALAH
Saatnya kita secara perlahan belajar berpikir dan berjiwa besar dalam menghadapi masalah. Karena tidak semua masalah layak menjadi bahan pertentangan dan apalagi memicu konflik pertengkaran. Jika kita mulai membuka hati dan pikiran untuk bisa melakukan hal terbaik pada saat genting ini, berarti kita sudah siap memberikan kado yang kita sebut “kesediaan mengalah.” Pepatah mengatakan Mengalah bukan berarti kalah, namun lebih menunjukkan kedewasaan kepribadian seseorang. Cara ini bisa memudarkan rasa sakit hati atau dendam dan sekaligus mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
SENYUMAN
Seperti yang dikatakan pepatah, senyum itu adalah megic dan memberikan energi luar biasa. Percaya atau tidak, kekuatan senyuman sangat besar pengaruhnya. Telebih lagi kita berikan secara tulus pada mereka yang kita sayangi tanpa diminta atau berpikir panjang. Ini adalah satu cara mencairkan hubungan yang beku, memberi semangat, mencerahkan suasana yang suram, bahkan penawar jiwa yang gundah. Pertanyaan, kapan terakhir kalinya kita menghadiahkan kado senyuman istimewa kepada orang tua, sahabat, suami atau istri? Pikiran yang luar biasa akan berujung pada nol besar tanpa tindakan nyata. Pikirkan kasih sayang mereka, lalu siapkan diri Anda untuk membagi kado-kado istimewa itu.
Dikutip dari Buku "Kado Cinta untuk Sahabat di Seluruh Dunia"
Karya:
Muklisin al-Bonai
Fathromi Ramdlon
Hendri F.A
Selasa, 02 Desember 2014
KUBAYAR WAKTU 1 JAMMU NAK
Label:
KISAH INSPIRATIF
Forum/Lembaga Penyedia Inspirasi, Motivasi, Berbagi Solusi dan Pemberiaan Apresiasi Atas Karya dan Prestasi.
Setiap Masa Penuh Dengan Karya
Memperpanjang umur adalah dengan berkarya, karena ketika seseorang telah berlalu (wafat), ia akan tetap disebut, entah dengan maki atau puji. (Chaidir)
Tidak dipungkiri jika ingin menjadi manusia, pemuda luar biasa adalah dengan berkarya. Sangat berbeda orang yang semasa hidupnya pernah berkarya dangan yang tidak pernah sama sekali.
[El-Bonai]
Hikmah ini bermula dari perbincangan singkat dengan salah seorang sahabat saya, E. Krisdiyanto. Ketika itu kami berada di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (SUSKA), RIAU. Sebelum pergi meninggalkan kampus, saya dan sahabat saya melihat info di papan informasi. Di sana terlihat foto lima orang sahabat yang melanjutkan study di Mesir, dalam pengumuman itu adalah informasi tentang iftor dan reuni Al-Kautsar.
Ternyata sahabat saya tersebut alumni dari Al-Kautsar, ia mengatakan bahwa satu yang terdapat di dalam foto itu adalah sahabatnya satu sekolah dan seorang juga siswanya ketika ia mengajar Aliyah Al-Kautsar.
Untuk meyakinkan saya ia menunjukan beberapa buku yang dikirim oleh salah seorang sahabatnya yang berada di Mesir tersebut. Kebetulan bukunya berbahasa Arab, salah satu bukunya adalah karangan Imam Al-Ghazali.
Nah, kawula muda sebagai generasi penerus, apa yang terpikirkan oleh kita dari kutipan kejadian di atas tadi? Ada hal luar biasa yang tetap mengalir sesuai dengan berlalu zaman, yaitu karya. Mari kita menelaah, bahwa salah satu karya yang populer dan orang yang berkarya tersebut masih disebut juga walau mereka telah lama wafat. Contoh di atas adalah karya imam Al-Ghazali. Pernahkah kita bertemu dan bercakap-cakap dengan beliau? Tentu tidak, akan tetapi ketika kita membaca karyanya, maka seolah kita berdialog, mendengarkannya berbicara, seolah-olah beliau ada di depan kita. Sepertinya ia masih hidup. Ya, masih hidup dengan nafas karyanya.
Berkarya sangat banyak jenisnya, salah satu yang akan tetap dan mungkin bermanfaat ketika kita telah wafat adalah tulisan atau buku karangan hasil pemikiran kita. Maka dengan menulis, kita bisa memberi, berbagi, terutama ilmu secara masal.
Mungkin imam Al-Ghazali dan Prof. Dr. Buya Hamka, atau ulama besar lainnya tidak berpikir bahwa apa yang mereka tulis bisa populer dan dibutuhkan orang sepanjang zaman. Namun Mereka berkarya untuk kemaslahatan umat, yang mungkin bisa bermanfaat bagi orang banyak dan tidak menutup kemungkinan pada generasi penerus.
Salah satu kata bijak mengatakan, “Dengan menulis (berkarya) kita dapat diketahui oleh anak cucu kita, bahwa kita pernah hidup”. Benar adanya, karya, tulisan adalah salah satu jejak kehidupan seseorang.
Dengan menulis, kita bisa memperpanjang umur, kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman walaupun nafas kita sudah berhenti berhembus. Maka menulislah, agar umur tetap panjang, tetap mengalir manfaat ilmunya. Rasulallah SAW bersabda:
“Jika anak adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalanya, kecuali tiga hal; sodakah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendo’akan.” [HR. Abu Hurairah].
Berkarya merupakan pekerjaan yang mulia. Menulis adalah pekerjaan para ulama, pewaris para Nabi. Seperti yang dikatakan Saidul Tombang, wartawan Riau Pos, dalam pelatihan jurnalistik, Saidul Tombang bertutur bahwa menulis adalah ladang yang tak bertuan. Ladang yang sangat luas, dan tidak akan ada habisnya bagi siapa yang mau memanfaatkannya untuk kebaikan orang banyak. Karena ilmu harus diikat. “Ilmu itu ibarat udara yang kita hirup yang berlalu lalang, gagasan yang berhembus, dan ia hanya bisa dikumpulkan dengan tulisan. Selagi otak kita mampu berpikir disitulah selalu ada kesempatan menulis, dan menulis itu adalah memberikan identitas baru dan nilai tambah pada diri seseorang,” ujar Saidul, begitu ia biasa disapa.
Sungguh sangat disayangkan kita hidup di dunia, namun kita pergi tidak meninggalkan bekas, tidak meninggalkan prestasi, karya, tulisan yang bisa memperpanjang umur kita dan sekaligus tetap memberi manfaat bagi orang lain yang kita tinggalkan.
Alangkah istimewanya seorang anak muda atau siapa saja yang mengisi setiap masanya, yang terus berusaha memberi kebaikan, membuahkan karya, menuliskan sesuatu yang amat berguna bagi orang lain. Saidul Tombang menambahkan, ”Orang yang memiliki karya dengan orang yang tidak berkarya sangat berbeda.” Ya, sangat berbeda seorang pemuda yang berkarya dibandingkan pemuda yang tidak menyumbangkan apa-apa di masa mudanya.
Kurnia Budiyanti, salah seorang aktivis pemerhati dunia remaja, mengatakan bahwa seseorang sangat dihargai dan dinilai dari tingkat pemikirannya, semakin tinggi pemikirannya, maka semakin tinggi nilai kepribadiannya. Seseorang memiliki pemikiran dan kemudian dituangkannya disebuah tulisan akan menambah nilai dirinya. Nah, Bisa jadi seorang pelajar akan memiliki nilai lebih dari gurunya jika pelajar itu telah memiliki karya nyata. Karena orang yang berkarya sangat jarang kita temui, yang jelas kemampuan yang mereka miliki dalam berkarya dan menulis adalah nikmat dan karunia Allah yang mesti disyukuri dan tidak untuk disombongkan.
Isilah masa muda kita dengan nafas karya, belantara hidup ini sangat tidak bernilai ketika kita lewati tanpa berbuat sesuatu yang bermakna dan berarti. Cara sakti menimbulkan gagasan dalam menulis:
1. Banyak membaca.
2. Banyak berjalan.
3. Banyak bersilaturahm. [Bambang Trim]
Read me
Mutiara Hikmah:
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
[Ali bin Abi Thalib. ra].
Read me
Mutiara hati:
Bukan termasuk kebaikan sepanjang hidup jika seseorang meninggal dunia dan tak ada prestasinya yang dikenang dengan baik.
[Muhammad Nabil Kazhim]
Read me
Mutiara Hati:
Jika tidak ada orang yang menulis ilmu, maka kita tidak akan bisa membaca ilmu di buku-buku yang kita baca saat ini bahkan kita kehilangan banyak ilmu dan pengalaman orang terdahulu. [
[Sya’ir Negeri Bonai]]
Bagaimana bisa menghasilkan karya? Menulis buku atau yang lainnya? Penasaran? Silakan request edisi lanjutan tulisan ini....insya Allah kita bisa sama-sama berbagi hikmah dan MARI.....CERAHKAN BANGSA DENGAN PENA.” key.....
By: Muklisin Al-Bonai
Label:
BACA TULIS CLUB
Forum/Lembaga Penyedia Inspirasi, Motivasi, Berbagi Solusi dan Pemberiaan Apresiasi Atas Karya dan Prestasi.
Faktor Apa Saja Yang Membuat Hidup Tidak Bahagia?
1. SELALU MENGELUH Yup! Ketidakbahagiaan dan kurangnya bersyukur menyebabkan seseorang selalu mengeluh! Apa-apa selalu saja ada kurangnya. Akhirnya KEBAIKAN di depan mata sedikitpun tidak terlihat. Yang terlihat hanyalah kekurangannya saja. Maka timbullah keluhan. Keluhan akan keluar bak solokan yang bocor. Ucapannya bisa kemana-mana.
2. IRI HATI Lihat sebelah kiri bagus..iri, lihat sebelah kanan megah... dengki. Hidupnya terasa bahagia hanya ketika melihat orang lain yang tidak disukainya menderita. Bagaimana hidup bisa bahagia kalau kebahagiaannya justru datang dari penderitaan orang lain? Oleh sebab itu, sifat yang satu ini sebaiknya disingkirkan jauh-jauh dalam diri kita.
3. MEMUPUK PERASAAN HEBAT SENDIRI Di atas langit ada langit, dan itu berlaku bagi siapapun. Jadi, di dunia ini tidak ada yang benar-benar hebat. Kehebatan hanya milik ALLAH. Jangan memelihara rasa sombong, karena rasa ini hanya akan membuat Anda bahagia hanya ketika orang lain memuji, atau ketika orang lain tunduk. 4,5,6,dst.. Ada yang mau nambahin?(FB; Aku Ingin Jadi Pengusaha Sukses. Syaiful Amri)
Label:
MOTIVAKSI
Forum/Lembaga Penyedia Inspirasi, Motivasi, Berbagi Solusi dan Pemberiaan Apresiasi Atas Karya dan Prestasi.
Kekecewaan yang Menjadi Kekuatan
Menuju kesuksesan atau hidup yang lebih baik, kegagalan pasti hadir. Kecewa karena gagal bisa Anda jadikan kekuatan melalui cara-cara menggunakan kekecewaan yang benar.
Bagi seorang pemenang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan memberi inspirasi kepada mereka untuk terus belajar dan take action sehingga mereka lebih baik dan lebih kuat. Bagi pecundang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menghentikan mereka.
Mengutip John D. Rockefeller, “Saya selalu berusaha mengubah setiap bencana menjadi peluang.” Menurut ayah kaya Robert Kiyosaki, “ Hanya orang bodoh yang berharap semua berjalan sesuai dengan keinginannya.”
Siap untuk kecewa bukan berarti menjadi seorang pecundang yang kalah atau pasif. Dengan siap secara mental dan emosional serta finansial mempersiapkan diri menghadapi kejutan yang mungkin kita tidak inginkan maka kita bisa bertindak dengan tenang dan bijaksana ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita.
Dengan kata lain kita harus siap dengan kemungkinan terburuk dan selalu berjuang (termasuk dalam hal ini belajar, mempunyai impian) dengan konsisten dan persisten untuk mencapai yang terbaik.
Singkatnya, kita semua melakukan kesalahan. Kita semua merasa kesal dan kecewa ketika keadaan tidak sesuai keinginan kita. Namun perbedaannya terdapat pada cara kita memproses kekecewaan itu secara internal. Ayah kaya meringkasnya seperti ini. Ia berkata, “ukuran keberhasilanmu ditentukan oleh kekuatan hasratmu; besarnya mimpimu; dan caramu menghadapi kekecewaan selama perjalanan.”
Banyak orang yang menggunakan kekecewaannya seperti membangun tembok mengelilingi mereka sehingga mereka tidak berkembang lagi. Tetapi ada juga yang menggunakan kekecewaan sebagai pondasi atau batu pijakan untuk tumbuh menjadi lebih baik.
Bagaimana caranya menggunakan kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menjadi kekuatan. Yaitu dengan menggunakan pertanyaan di bawah ini :
- Apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini sehingga besok saya menjadi lebih baik?
- Saya harus belajar apa sedemikian sehingga bila menghadapi hal yang sama, saya akan jauh lebih berhasil?
- Siapa yang bisa membantu saya untuk menghadapi masalah yang sama sedemikian sehingga menjadi lebih mudah berhasil?
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin
Bagi seorang pemenang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan memberi inspirasi kepada mereka untuk terus belajar dan take action sehingga mereka lebih baik dan lebih kuat. Bagi pecundang, kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menghentikan mereka.
Mengutip John D. Rockefeller, “Saya selalu berusaha mengubah setiap bencana menjadi peluang.” Menurut ayah kaya Robert Kiyosaki, “ Hanya orang bodoh yang berharap semua berjalan sesuai dengan keinginannya.”
Siap untuk kecewa bukan berarti menjadi seorang pecundang yang kalah atau pasif. Dengan siap secara mental dan emosional serta finansial mempersiapkan diri menghadapi kejutan yang mungkin kita tidak inginkan maka kita bisa bertindak dengan tenang dan bijaksana ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita.
Dengan kata lain kita harus siap dengan kemungkinan terburuk dan selalu berjuang (termasuk dalam hal ini belajar, mempunyai impian) dengan konsisten dan persisten untuk mencapai yang terbaik.
Singkatnya, kita semua melakukan kesalahan. Kita semua merasa kesal dan kecewa ketika keadaan tidak sesuai keinginan kita. Namun perbedaannya terdapat pada cara kita memproses kekecewaan itu secara internal. Ayah kaya meringkasnya seperti ini. Ia berkata, “ukuran keberhasilanmu ditentukan oleh kekuatan hasratmu; besarnya mimpimu; dan caramu menghadapi kekecewaan selama perjalanan.”
Banyak orang yang menggunakan kekecewaannya seperti membangun tembok mengelilingi mereka sehingga mereka tidak berkembang lagi. Tetapi ada juga yang menggunakan kekecewaan sebagai pondasi atau batu pijakan untuk tumbuh menjadi lebih baik.
Bagaimana caranya menggunakan kekecewaan, kekalahan atau kegagalan menjadi kekuatan. Yaitu dengan menggunakan pertanyaan di bawah ini :
- Apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini sehingga besok saya menjadi lebih baik?
- Saya harus belajar apa sedemikian sehingga bila menghadapi hal yang sama, saya akan jauh lebih berhasil?
- Siapa yang bisa membantu saya untuk menghadapi masalah yang sama sedemikian sehingga menjadi lebih mudah berhasil?
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin
Label:
MOTIVAKSI
Forum/Lembaga Penyedia Inspirasi, Motivasi, Berbagi Solusi dan Pemberiaan Apresiasi Atas Karya dan Prestasi.
SIFAT ALAMI PRIA... ? (ISTERI harus BACA)
SIFAT ALAMI PRIA... ? (ISTERI harus BACA)
✓ Pria itu EGO nya tinggi..
Jadi jangan suka membanggakan laki2 lain di depannya.. Kerana dia ingin hanya dia laki2 terbaik dimatamu..
Jadi jangan suka membanggakan laki2 lain di depannya.. Kerana dia ingin hanya dia laki2 terbaik dimatamu..
✓ Pria itu suka CEMBURU..
Jangan dibilang hanya wanita yg pencemburu, pria sebenarnya 'lebih' pencemburu, hanya trkdng dia memendamnya dlm hati, dan mengalihkan pd hal lain,, (misalnya,, ada laki2 lain yg sering melirikmu, maka dia akan segera mengajakmu menjauh dari tempat itu,, karna dia cemburu...)
Jangan dibilang hanya wanita yg pencemburu, pria sebenarnya 'lebih' pencemburu, hanya trkdng dia memendamnya dlm hati, dan mengalihkan pd hal lain,, (misalnya,, ada laki2 lain yg sering melirikmu, maka dia akan segera mengajakmu menjauh dari tempat itu,, karna dia cemburu...)
✓ Pria itu LIAR dan KASAR,,,
Jangan kaget jika saat dia lg kesal,, kadang dia dengan sengaja meletakkan barang dgn keras, karena dia ingin kau tahu bhw dia lagi punya masalah,, atau ada yang tidak disukainya. Jangan balas kekasarannya dgn kemarahan tapi tetap saja dgn lembut kau bereskan,. Saat sendiri berdua, tanyakan baik2. Maka dia akan menumpahkn segala uneg2nya.
Jangan kaget jika saat dia lg kesal,, kadang dia dengan sengaja meletakkan barang dgn keras, karena dia ingin kau tahu bhw dia lagi punya masalah,, atau ada yang tidak disukainya. Jangan balas kekasarannya dgn kemarahan tapi tetap saja dgn lembut kau bereskan,. Saat sendiri berdua, tanyakan baik2. Maka dia akan menumpahkn segala uneg2nya.
✓ Pria itu Suka Menjadi no 1..
Saat dia membutuhkan sesuatu, maka dahulukan lah dia, meskipn kau lagi sibuk dgn satu pekerjaan, karena dia akan merasa tdk di perhatikan.
Saat dia membutuhkan sesuatu, maka dahulukan lah dia, meskipn kau lagi sibuk dgn satu pekerjaan, karena dia akan merasa tdk di perhatikan.
✓ Pria itu Bayi Besarmu yang suka MERAJUK..
Apalagi saat dia bicara,, jangan coba2 kau sibuk dgn HP mu, dia akan sangat trsinggung kerana merasa diabaikan.
Saat tidur, jangan coba2 kau membelakangginya saat dia belum pulas tertidur, dia akan merasa kau lagi tidak suka didekatnya..
Saat dia makan, temanilah.. Meskipn kau masih kenyang.. Kerana dia akan merasa sangat sendiri,,, jika makan tapi tak di temani dan dilayani..
Apalagi saat dia bicara,, jangan coba2 kau sibuk dgn HP mu, dia akan sangat trsinggung kerana merasa diabaikan.
Saat tidur, jangan coba2 kau membelakangginya saat dia belum pulas tertidur, dia akan merasa kau lagi tidak suka didekatnya..
Saat dia makan, temanilah.. Meskipn kau masih kenyang.. Kerana dia akan merasa sangat sendiri,,, jika makan tapi tak di temani dan dilayani..
✓ Namun Pria itu adalah PENCINTA SEJATI,,
Jika hatinya sdh memilih untuk mencintaimu, maka dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan orang yang di cintainya..
Jika hatinya sdh memilih untuk mencintaimu, maka dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan orang yang di cintainya..
JIka setuju dengan artikel ini, cukup dengan klik BAGIKAN teman-teman anda....
Label:
RUANG WANITA
Forum/Lembaga Penyedia Inspirasi, Motivasi, Berbagi Solusi dan Pemberiaan Apresiasi Atas Karya dan Prestasi.
SEMUA PASTI BERAKHIR
SEMUA ORANG AKAN PASTI MATI, TAPI YANG TERPENTING BAGI ALLAH ADALAH PRILAKU KITA SELAMA HIDUP
By: BoengBonaiMenulis
Dalam sebuah seminar (28-12-13) DAHSYATNYA MENTORING trainernya memutarkan sebuah video di sesi akhir acara. Dalam video itu bercerita tentang para pendaki. Banyak mengalami tantangan bahkan nyawa melayang. Tapi ada seorang pendaki yang tetap melaksanakan shalat di atas gunung es. Salah seorang temannya berkata, “Anda ternyata seorang yang taat…” dan ia menjawab, “SEMUA ORANG PASTI AKAN MATI, TAPI YANG TERPENTING BAGI ALLAH ADALAH PRILAKUNYA SELAMA HIDUP.”
HIDUP. Apakah kata hidup ini tidak ada pasangannya? Tentu ada, pasangannya adalah MATI. Lalu, fakta tentang hidup adalah setiap yang bernyawa akan merasakan kematian begitu Sang Khalik berfirman. Artinya bahwa semua makhluk khususnya yang bernama manusia akan mati. Jadi, apa yang paling berpengaruh dari kehidupan kita saat kita menemui kematian? Yaitu prilaku ataupun perbuatan, amal baik atau buruk akan mempengaruhi awal kematian kita. Memutuskan apa yang akan kita perolah di saat kematian menjemput bukanlah setelah kematian itu terjadi karena pada saat itu kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menunggu. Ya, menunggu pengadilan Sang Khalik tentang apa yang telah kita perbuat selama kita hidup. Kapan keputusan tentang apa yang ingin kita perolah saat kematian adalah saat kita hidup, yaitu saat ini, bukan nanti atau setelah mati. Yaitu menentukan pilihan hidup, yaitu hidup yang sesuai dengan cara hidup Sang Khalik. (Tulisan ini akan dikembangkan, insyallah)
DE BATAS KOTA, 28-12-13
Label:
DIARY MOTIVASI
Forum/Lembaga Penyedia Inspirasi, Motivasi, Berbagi Solusi dan Pemberiaan Apresiasi Atas Karya dan Prestasi.
Anarkisme VS Idealisme Mahasiswa di Kacamata Publik
Oleh Muklisin Al-Bonai
Tragedi memilukan adalah ungkapan yang perih atas kejadian telah menyebabkan kematian ketua DPRD SUMUT. Pada hari selasa, 03 Februari 2008 di Sumetera Utara ratusan masa menyerbu kantor DPRD. Masa menuntut pemekaran kabupaten Tapanuli Selatan. Fenomena ini sangat hangat dan menyita perhatian publik.
Jika melihat peristiwa yang tragis ini, ada persepsi yang kurang baik dan masih tersimpan di memori publik dalam proses penyampaian aspirasi kepada pemerintah maupun wakil rakyat. Dan bahkan pada saat ini, hampir di semua lini lembaga, instansi maupun swasta telah menggunkan ‘senjata demonstarsi’ sebagai alat yang ampuh dalam mempercepat bisa diproses atau diterimanya suatu aspirasi atau idealisme yang diangkat oleh publik.
Sejak meletusnya pertama kali dalam skala yang besar pada peristiwa trisakti 12 Mei 1998, demonstrsi ‘cukup akrab’ bagi publik dalam pemecahan masalah yang dianggap kurang mendapat dukungan oleh pemerintah atau wakil rakyat. Persepsi munggunakan kebebasan berpendapat inilah yang dibawa oleh publik dalam menyelesaikan suatu masalah dari kelurahan hingga kepada pemerintahan yang tertinggi sekalipun.
Demikian juga atas kasus kematian Ketua DPRD SU, H Abdul Aziz Angkat, Selasa, 03 Februari 2009, yang disebabkan oleh tindakan brutal dan anarkis yang dilakukan demonstran pendukung pembentukan provinsi Tapanuli, ini menyisakan banyak pertanyaan di kalangan publik luas. Banyak di antara mereka yang memberikan penilaian bahwa hal tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi kalau pihak polisi dan pengamanan mampu memberikan pengamanan yang cukup.
Nasi sudah jadi bubur. Inilah ungkapan yang paling tepat dan juga selalu saja penyesalan itu datangnya terakhir. Saatnya bukan untuk saling menyalahkan. Namun, bagaiman seharusnya menyikapi suatu peristiwa dengan lebih bijak. Peristiwa ‘kebebasan’ mengeluarkan pendapat yang akhirnya ‘kebablasan’ ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, bahkan sudah ratusan kali. Begitu banyak menyisakan goresan-goresan sejarah baik yang menimbulkan perubahan maupun puing-puing kepiluan yang mendalam.
Hingga tanggal 09 Ferbruari 2009 telah ditetapkan 36 tersangka oleh kapolres kota Medan. Para demontrasi ternyata banyak melibatkan para mahasiswa perguruan tinggi. Para mahasiswa mengaku diajak oleh ketua BEM dan diiming-imingkan uang rokok dan makan sejumlah Rp.25000 per orang.
Peristiwa anarkisme yang dilakukan demi tegaknya suatu idealisme bagi kepentingan golongan tertentu. Umumnya telah banyak kita saksikan bahwa para demonstran tidak lagi murni dalam menyampaikan pokok aspirasi dan idealisme dan pada akhirnya hanya menyisakan bekas anarkisme di kacamata publik. Salah satunya adalah para demonstran yang tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi yang melakukan orasi atau demonstrasi yang terjadi baru-baru ini.
Citra yang cukup negatif bagi kalangan mahasiswa telah ‘tercium baunya’ oleh publik. Salah satu contohnya yang pernah diberitakan oleh Republika di Jakarta buntut penyerbuan kampus Universitas Nasional (Unas) oleh polisi, hingga mengakibatkan seorang polisi lalu lintas (lalin) di perempatan Republika, Pejaten, Jakarta Selatan dikeroyok oleh mahasiswa. Polisi tersebut babak belur. Peristiwa brutal itu disaksikan seorang tukang ojek yang biasa mangkal di dekat kantor Republika, Jakarta, Sabtu (24/5/2008).
Peristiwa ini hanya sebagian kecil yang ditangkap oleh kaca mata publik dan masih banyak lagi demontsrasi yang berbuntut anarkis yang dilakukan oleh masyarakat maupun kalangan intelektual perguruan tinggi. Jika kita lihat dari kaca mata yang berbeda, tentunnya ada hal positif dengan menggunakan ‘demo’ dalam penyampaian aspirasi rakyat kepada pemerintahan jika proses itu masih dalam keadaan damai dan sesuai dengan prosedur. Namun beberapa dekade terakhir lebih terlihat dari kaca mata yang cukup negatif bahwa demonstarsi lebih cenderung ke arah anarkisme ketimbang idealisme.
Yang jelas, mahasiswa sepertinya tidak dapat dipisahkan dengan kata-kata idealisme dan demonstrasi atau anarkisme. Menurut Syaiful Misgiono pimpinan umum tabloid Gagasan UIN SUKSA bahwa mahasiswa identik dengan domonstran, cendikiawan muda, agen perubahan, stok bagi pemimpin bangsa dan juga kaum intelektual. Namun, dengan seringnya mahsiswa turun ke jalan dalam menyampaikan aspirasi baik itu mengatasnamakan rakyat atau kelompok telah meninggalkan image tersendiri bagi publik. Jika disebut tentang mahsiswa yang selalu ingat adalah ‘demo’ ataupun yang negatifnya kerusuhan yang dilakuan oleh sebgian kalangan mahasiswa tertentu, namun semua mahasiswa juga disebut.
Untuk saat ini, dilihat dari fakta dan realita dari dampak demonstasi yang pada awalnya dalam rangka menyalurkan aspirasi dan idealisme, namun lebih banyak menyisakan anarkisme. Niat baik jika tidak dilakukan dengan cara yang tidak baik tidak akan menghasilkan perkara yang baik. Bagitu juga dengan aksi para demonstran yang dilakukan di depan kantor DPRD SU yang akhirnya merenggut nyawa salah seorang wakil rakyat yang dahulu dipilih untuk kepentingan rakyat.
Lain lagi dengan aksi demo anarkis di bebarpa tempat umum yang akhirnya merusak insfrastruktur, kantor pemerintah yang dibangun dengan dana rakyat juga, universitas tidak sedikit yang rusak, kemacetan di jalan raya akibat aksi demo, mandeknya rutinitas kerja, liburnya sekolah, waktu-waktu dibuang percuma, telah banyak kerugian materi yang ditimbulkan bahkan tidak sedikit yang meregut korban jiwa, baik dari kalangan para demonstran maupun pihak kemanan. Ini bisa kita lihat lagi dari peristiwa aksi demonstrasi besar-besar pada peristiwa Trisakti 12 Mei 1998 telah menyebabkan korban dari kalangan mahasiswa dan juga baru-baru ini telah meregut nyawa seorang ketua DPRD SU yang seharus menjadi tempat menyampaikan aspirasi sebagai wakil rakyat yang dipilih dan dipercaya.
Jika kita harus bertanya, inikah proses demokrasi? Kebebasan bersuara yang telah menjadi dalih menghalalkan segala cara. Demokrasi saat ini identik dengan anarki. Peristiwa di Medan itu adalah salah satu bentuk demokrasi yang keliru. Peristiwa ini hanya bentuk akumulasi beberapa dekade tentang citra demokrasi bangsa ini. Demokrasi hanyalah proses, bukanlah segala-galanya hingga menjadi dalih menghalalkan segala cara. Jika diperhatikan, roh demokrasi kita pada saat ini mengalami mati suri disebabkan beberapa kasus terakhir, khususnya kasus anarki di Medan. Seolah-olah dengan mengusung demokrasi bisa menghalalkan segala cara.
Peristiwa demi peristiwa yang memilukan dan memalukan lembaga negara tidak sepenuh kesalahan para demonstran atau pihak keamanan. Namun, ini menjadi pelajaran dan bisa membuka cakrawa berpikir sebagai warga negara yang baik harus memperhitungkan cara-cara yang lebih baik dan arif dalam menyampaikan kehendak bukan melakukan sesuatu menurut kehendak masing-masing. Kita satu bangsa untuk saling menjaga. Kita bisa lebih maju dan berjaya dalam tata krama dan sikap menghargai sesama yang tinggi. Idealisme harus tetap kita perjuangkan, tapi bukan mengundang timbulnya anarkisme yang menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa.
Cukuplah peristiwa trisakti 12 Mei 1998 yang memilukan dan merupakan salah satu pelanggrana HAM yang terbesar disepanjang catatan sejarah bangsa kita dalam roda perubahan dan reformasi. Sudah menjadi pelajaran yang berharga peristiwa perang saudara yang menggunkan ‘sejata demonstrasi’ memerangi pihak yang tidak satu ide atau yang tidak memenuhi aspirasi. Dari peristiwa itu telah menyita waktu, menyita tangisan dan kerugian serta meninggalkan bekas citra yang negatif bagi para demonstran baik itu masyarakat umum maupun kaum intelektual yang seharusnya lebih bisa damai dalam bersikap dan bertindak.
Cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa yang dilakukan para demonstran pada tanggal 03/02/09 di kantor DPRD SU sehingga menyebabkan salah seorang wakil rakyat menjadi korban atas aksi brutal tersebut dan juga rusaknya infrastruktur. Terlebih lagi, para demonstran juga mengdapat bagian dari tindak-tanduknya dalam peristiwa tersebut dijerat dengan pasal yang berlapis-lapis, dan tentunya jeruji besi.
Mahasiswa Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA Riau. Bergiat di Forum Lingkar Pena (FLP) Cab. Pekanbaru. muksbonai@gmail.com. www.freewebs.com/cintabaca
Label:
OPINI
Forum/Lembaga Penyedia Inspirasi, Motivasi, Berbagi Solusi dan Pemberiaan Apresiasi Atas Karya dan Prestasi.
Langganan:
Postingan (Atom)