Selasa, 02 Desember 2014

JUDUL BUKU ALBONAI LIBRARY

Judul Buku /Nama Pengarang /Penerbit /Status/ Milik /Keadaan
1.Menjadi Kekasih Allah/ Syaikh.Abd Qodir Jailani/ Citra Media Agama/ Best Seller /Mr.Muklisin Al-Bonai/ Borrowed
2.Sejarah Hidup Muhammad/ Muhammad Husain Haekal/ Litera AnatrNusa/ Best Seller /Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
3.Wasiat Rasul Buat Lelaki/ Muhammad Khalil Itani/ AQWAM/ Cet.I.2007/ Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
4.Terjemahan Shahih Bukhari/ 1 Izzudin Ahmad Az-Zubaidi/ Toha Putra/ Best Seller /Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
5.Terjemahan Shahih Bukhari/ 2 Izzudin Ahmad Az-Zubaidi/ Toha Putra Best Seller/ Mr.Muklisin Al-Bonai/ Ada
6.AQIDAH Islamiyah Sayid Sabiq Robbani Press Since 1982 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
7.Latihan Shalat Khusu' Abu Sangkan Yayasan Shalat Khusu' Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
8.Fiqh Islam Lengkap Drs.Moh.Rafa'i Toha Putra Since 1978 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
9.Bekal Juru Dakwah Salim Bahreisy(Pent) TB.Balai Pustaka Since 1977 My.Fath.Amsar Jas Ada
10.Meraih Bening Hati Dengan.. KH.Abdullah Gymnastiar Gema Insani Cet.IV.2004 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
11.Sifat Shalat Nabi SAW Ahmad Sabid (Pent) Media Tarbiyah Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
12.Cara-cara Cerdas Hafal Al-Qur'an Dr.Raghib As-Sirjani & AQWAM Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
13.Total 100% Ramadhan Muhammad Mis'ad Yaqut INAS Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
14.Pusaka Salafus Shalih Abdul Karim bin Shaleh Al Humaid PUSTAKA AZZAM Cet.I.2005 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
15.Cinta Berbuah Surga Habiburrahman E-Sirazy MQ PUBLISHING Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
16.Spritual Reading Dr.Raghib As-Sirjani & AQWAM Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
17.Berpikir Sejak Anda Bangun Tidur HARUN YAHYA Globalmedia Cet.I.2004 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
18.The True Power of Water Masaru Emoto MQ PUBLISHING Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
19.Peluang Usaha Anak Muda Agoeng Wityatmoko mediakita Cet.I.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
20. MAKING DREAM TEAM Joni Lis Effendi Pustaka Ulumuddin Cet.I.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
21.Apa yang mengahalangimu mendapatkan hidayah Abdullah bin Abdul Aziz Zikrul Cet.II.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
22.60 Penyakit Hati Uwes Al-Qorni Rosda Cet.9.2003 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
23.38 Sifat Generasi Unggulan DR.Majdi Al-Hilali Gema Insani Since 1994 My.Fath.Amsar Jas Ada
24.Tentram di Hati Tenang di Jiwa Aidh Al-Qarni Grafindo Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
25.Sabar Kunci Sukse Karir Gemilang Majlis Sabar Dian Rakyat Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
26. 24 JAM BERSAMA ALLAH Muhammad Hasan Yusuf AQWAM Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
27.Mencari Mutiara di Dasar Hati Muhammad Nursani Tarbawi Press Cet.III.2006 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
28.TO BE is TO DO Aiman Tashika Indiva Media Kreasi Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
29.HIDUP TENANG TANPA HUTANG Dr. H. Muchammad Ichsan, Lc., MA Mocomedia Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
30.BACA YUK...! Muhamad bin Husen Misyikat Cet.I.2004 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
31. ESQ Ary Ginanjar Agustian Arga Best Seller Uncle. Dodi.Z, SE Ada
32.Sebab diampuninya dosa Fatin binti 'Abdul 'Aziz HASYIMI Cet.III.2005 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
33.Menggapai Hidayah dari Kisah Isyan Basya HASYIMI Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
34. Inilah Rasul Sang Penyayang Dr. Raghib As-Sirjani AQWAM Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
35.PEDOMAN ZAKAT Arizal, Lc,.SsA IKMI WIL RIAU Cet.I.2004 Arizal, Lc, SsA. (Hibah) Ada
36.Bimb Penyelenggaraan Jenazah Arizal, Lc,.SsA IKMI WIL RIAU Cet.I.2004 Arizal, Lc, SsA. (Hibah) Ada
37.TANYA JAWAB ISLAM Prof. K.H. Syafi'i Abd Karim Al-Ikhlas Since 1991 My.Fath.Amsar Jas Ada
38.Pendekatan Komunikatif Bahasa Arab Promadi, MA. Ph.D SUSKA PRESS Cet.I.2008 Promadi, MA.Ph.D Ada
39.Keagungan Madzhab Sjafi'i K.H. Siradjuddin Abbas PUSTAKA TARBIJAH Since 1968 My.Fath.Amsar Jas Ada
40.SEDEKAH TANPA UANG Fahrul Mu'is AQWAM Cet.I.2007 Sist Budiyawati (Hibah) Ada
41.Menjadi Wartawan Masa Depan Arsito Hidayatullah, EDITOR Masa Depan-Riau Pos Cet.I.2007 Riau Pos (Hibah) Ada
42.PELAJARAN TAJWID Abdullah Asy'ari, BA APOLLO Since 1987 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
43.How To Be A Smart Writer Afifah Afra Indiva Media Kreasi Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
44.
45.SUKSES ITU MUDAH Muhammad Nabil Kazhim ABYAN Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
46.Betapa Allah Mencintaimu Ratna Dewi Idrus Ananda Publishing Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
47.MEMBANGUN OBSESI Dr. Muhammad Musa Syarief SYAAMIL Cet.I.2003 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
48.LUBANG PADA TEMBOK AKAL Basel Syaikhu AULIA PRESS Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
49.TABRANI DALAM BINGAKAI RIAU MERDEKA Ronny Basista RIAU CULTURE INSTITUTE Cet.I.2004 Prof.Dr.Tabrani Rab (Hibah) Ada
50.Berani Mengatasi Malas Muklisin Al-Bonai bin Amsar Jas HIPEMABonai Drsslm Press Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
51.Berani untuk Maju Muklisin Al-Bonai bin Amsar Jas HIPEMABonai Drsslm Press Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
52.Berbahagialah Anda Dicintai Allah Dr.Zuhair Muhammad Az-Zamili Insan Kamil Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
53.FILOSOFI KOPI Goenawan Muhamad Truedee Book & GagasMedia Cet.I.2006 Defri Maulana (Hibah) Ada
54.Malam Pertama di Alam Kubur Dr. A'idh Al-Qarni, M.A AQWAM Cet.xxx.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
55.Mengukir Kata Menata Kalimat Andrias Harefa GRADIEN BOOKS Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
56.Best Seller Sejak Cetakan Pertama Agus M. Irkham Indiva Media Kreasi Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai
57.
58.
59.
60.Meneladani Bisnis Rasulallah Dr. Asyraf Muhammad Dawwabah Pustaka Nuun Cet.IV.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
61.MIND SET PARA MILIARDER William Tanuwidjaja Media Pressindo Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
62.Berbisnis dengan Otak Kanan Suryono Ekotama Media Pressindo Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
63.Smart Heart, Smart Business Reza M. Syarief Prestasi Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
64.tiba waktumu MENGATUR waktu Ustd. Dr. H. Muchamad Ichsan, Lc., MA. Ichsani Media Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
65.Rezeki Berkah & Melimpah Dr. Fadhal Ilahi Qudsi Media Cet.III.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
66.Meraih Rezeki Tak Terduga Ahmad Yasin Ibrahim Qultum Media Cet.IV.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
67.DAHSYATNYA INVESTASI PAHALA Syaikh Sulaiman Al-Majid PUSTAKA ultimizan Cet.I.2008 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
68.Sifat Shalat Nabi Dr. A'idh Al-Qarni, M.A Wacana Ilmiah Press Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
69.KISAH-KISAH PAHLAWAN GENERASI PILIHAN Hilmi bin Muhammad bin Islam WAFA PRESS Cet.I.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
70.PRINSIP-PRINSIP JIHAD Dr. Abdullah Azzam Kafayeh cipta media Cet.I.207 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
71.SMS Dari Rasul Abu Azka Fathin Mazayasyah Qudsi Media Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
72. 14 JALAN MENCINTAI ALLAH Imam Al-Ghazali PUSTAKA MARWA Cet.III.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
73.Nikah itu tak Mudah Afifah Afra Indiva Media Kreasi Cet.II.2007 Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
74.SUPER HEALTH Gaya Hidup Sehat Egha Zainur Ramadhani Pro-U Media Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
75.DE WINST Afifah Afra Indiva Media Kreasi Best Seller Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
76.AIR MATA BULAN Oly Rinson GURINDAM PRESS Ganti AWARD Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
77.Mai (Intan-Kaca) Sudarno Mahyudin GURINDAM PRESS Ganti AWARD Mr.Muklisin Al-Bonai Ada
78.getah bunga rimba Marhalim Zaini GURINDAM PRESS Ganti AWARD Mr.Muklisin Al-Bonai Ada

Sindrom Cinta



Sebuah anekdok yang pernah ditanyakan oleh salah seorang teman saya, yang isinya begini: “Mengapa orang kalau jatuh cinta jalannya meraba-raba, kesana-kemari, nggak tahu arah?” Jawab saya: “Mungkin lagi pusing. Kurang tahu.” Katanya: “Karena cinta itu buta, jadi kalau orang lagi jatuh cinta, dia tidak bisa melihat, hhee.” “Ooh...”: ujar saya.
Yah...benar, orang-orang bilang cinta itu memang buta. Bukan karena tidak punya mata, tapi karena terjangkit virus atau sindrom merah jambu. Di mana hati si dia yang jatuh cinta lagi dalam lautan bunga hayalan. Saking parahnya, kotoran kambing serasa coklat, bau kentut laksana parfum kasturi. Pokoknya, kalau ingat si dia, semuanya indah. Maka, jika berbicara tentang hal yang berbau love, begitu indah, memesona, dan damai.
Apa benar?? Yuk, kita lanjutkan....
Cinta bisa menjadi sumber inspirasi, kebaikan, selagi ia didapatkan, digunakan, dan ditempatkan pada posisi yang semestinya. Dan sebaliknya, cinta juga bisa menjadi sumber bumerang, virus pink yang membuat jiwa-raga si pecinta tergadai oleh cinta semu dan buta.
Pacaran Masa Muda; Cinta atau Fatamorgana?
Masa muda, para remaja identik dengan dunia tarik-menarik dengan lawan jenis. Ya, bisa dibilang pacaran, dan faktanya, tidak sedikit para remaja yang sudah mengkonsumsi bumbu virus pink ini. Namun, kalau jujur, kisah seputar pacaran ini, tidak jauh dari cinta monyet. Menurut Musdal dalam tulisannya Perlindungan di Jalan Cinta, cinta di usia remaja yang dibingkis dalam bingkai pacaran merupakan cinta monyet tanpa tujuan pasti. Hanya seperti ilusi bahkan fatamorgana pada saat kehausan dan kelaparan di padang pasir yang terik, namun jika didekati tidak menemukan apa-apa; sia-sia.
Lanjut Musdal, cinta tanpa landasan dan tujuan yang hakiki (menikah), tidak jauh berbeda seperti saat mencoba sepatu yang akan dibeli, dipilah-dipilih, kalau tidak cocok, tidak jadi dibeli; ditinggalkan begitu saja. Tentunya, kita tidak mau bernasib seperti sepatu, kan? Penasaran??? Tunggu sambungan selanjutnya...key

By; el-bonai. Pbru, 19 mei 2009. Mushala As-Shiddiqi. 20:54

Banyak ‘Membaca’ Kunci Negara Maju


Oleh: Muklisin Al-Bonai

Kata ‘baca’ identik dengan ilmu. Dalam menuntut ilmu, tidak bisa kita tepis bahwa kata ‘baca’ dan seterusnya ‘membaca’ sangat memiliki peran besar dan memberikan kontribusi cara atau metode dalam proses mendapatkan ilmu tersebut. Sepertinya membaca adalah cara lama dalam belajar dibandingkan cara-cara modern (menonton TV, mendengar radio), tapi tidak kalah ‘jagonya’ telah mengantarkan para ilmuan terkenal tardahulu yang masih hidup ilmunya disaat ini, yang dulu mereka dalam menuntut ilmu atau belajar hanya dengan cara membaca, menghafal atau mendengar.
Mari kita intip pepatah antik “Membaca adalah jendela dunia.” Siapapun yang ingin membuka rahasia dunia ini seluas-luasnya, maka ia harus membuka jendela dunia tersebut dengan ‘membaca’. Tidak bisa dihindari bahwa dengan membaca bisa membuka sesuatu yang belum kita ketahui, menjadi penerang dalam kegelapan ‘buta’ ilmu penetahuan, menambah wawasan. Yang terpenting menjadikan kita pribadi-pribadi yang dinamis dan berkualitas tinggi.
Lebih menarik lagi kita melirik situs pepatah yang juga tak kalah uniknya “Reading is the key”. Membaca adalah kunci hidup sukses. Kunci hidup makmur. Kunci hidup berjaya dan maju. Seperti yang pernah dikatakan oleh duta baca nasional Tantowi Yahya yang intinya bahwa jika kita tidak membaca, berarti tidak membaca pangkal kebodohan, kebodohan pangkal kemiskinan.
Oleh karena itu, suatu bangsa, negara atau umat, jika ingin maju haruslah banyak membaca. Kemajuan atau kemunduran suatu negara dapat dilihat dari minat baca rakyatnya. Jika tingkat minat bacanya tinggi, maka negara tersebut merupakan ciri-ciri negara yang maju. Bahkan negara itu memiliki dedikasi dan disegani oleh negara-negara lain. Karena apa? Karena meraka lebih banyak membaca. Sebaliknya, jika minat bacanya rendah, kemajuan dan kejayaan akan sulit tercapai, karena membaca merupakan ilmu, jika kita tidak memiliki ilmu, maka secara otomatis kita dalam ‘kekaraman’ yang nyata.
Sebuah penelitian yang pernah dipublikasikan oleh majalah Al-Furqan edisi 367 oleh Isa Al-Qadumi dalam suatu studi banding dilakukan untuk mengetahui persentase rata-rata aktivitas membaca manusia di seluruh dunia. Hasilnya menyatakan bahwa persentase rata-rata bacaan seorang laki-laki yang bekerja di toko dan pekerja biasa di Jepang adalah 40 buku setahun. Sementara ditengah masyarakat Eropa adalah 10 buku dalam setahun. Adapun di Dunia Arab adalah sepersepuluh buku dalam setahun. Berarti, ia memmbaca 20 halaman dari buku yang jumlah halamannya sekitar 200 halaman dalam setahun. Sementara di Indonesia belum diketahui secara pasti, karena tidak seluruh warganya selalu membaca buku. Masih sulit untuk mengukurnya dan menjadi tanda tanya besar bagi kita semua.
Segala sesuatu ada ilmunya, demikian pula untuk memajukan suatu negara, bangsa, umat. Jika tidak tahu ilmunya dikarenakan tidak membaca, maka sesuatu yang tidak kita ketahui akan menjadi musuh. Muhammad bin Husen berkata, ”pelajarilah oleh kamu berbagai macam ilmu, karena musuh setiap orang itu adalah apa yang tidak ia ketahui.”
Hari ini, justru kebiasaan membaca inilah yang kurang kita indahkan, yang kita abaikan. Tidak heran jika negara yang kita tempati belum mengecapi perubahan dan kemajuan yang nyata dari berbagai sendi kehidupan. Keterpurukan dimana-mana, tapi minat baca malah lebih terpuruk. Kita tidak saja sedang krisis ekonomi, tapi krisis minat baca. Pada dasarnya dengan membaca kita bisa lebih membaca situasi ekonomi yang baik, begitu juga politik, sosial, dan yang sangat penting Agama sebagai jalan lurus yang nyata.
Pada dasarnya negara maju telah menerapkan budaya membaca, karena mereka paling tahu kunci kemajuan, yaitu membaca. Dr. Raghib As-Sirjani mengatakan bahwa membaca adalah proklamasi yang menghapus sifat “ummiyah” (tidak dapat membaca dan menulis). Membaca merupakan kunci ilmu dan pengetahuan. Membaca adalah jalan kita menuju kemajuan dan kejayaan. Jadi, jika suatu negara ingin sukses dan maju, harus banyak membaca.
Keterpurukan ini memang nyata, namun suara ‘pembebasan’ ini akan lebih berarti jika kita menyadari akan pentingnya membaca. Kebiasaan membaca yang baik ini sudah mulai pudar, tidak hanya menyerang kalangan rakyat biasa, akan tetapi sudah menyebar dikalangan para ‘pecinta ilmu’ atau ‘intelektual’ pelajar dan mahasiswa perguruan tinggi. Suatu fakta menggelitik yang penulis dikutip dari Muhammah bin Husen dalam bukunya Baca Yuk...! menjelaskan bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa terhadap semua alumni di sebuah perguruan tinggi. Ia ingin mengetahui sejauh mana hubungan setiap mahasiswa dengan buku. Hasilnya cukup megejutkan, ternyata 72% dari alumni tersebut tidak pernah sekalipun meminjam buku dari perpustakaan yang ada di kampus selama dia meyelesaikan kuliah di perguruan tinggi itu. Tidak diragukan lagi, hal ini merupakan ‘bencana luar biasa.”
Kesadaran untuk membaca memang bisa meningkat dan menurun sesuai dengan persepsi dan motivasi para pembacanya. Kita menyayangkan jika minat baca disuatu negara mengalami krisis yang akan berakibat terhadap kemajuan dari berbagai sendi kehidupan lainnya. Namun sangat disayangkan lagi, jika kebiasaan membaca ini hanya sebatas hobi, pelipur lara, atau menghilangkan kebosanan. Memang kita tidak harus membuat statement bahwa ini pekerjaan sia-sia, tapi apa sebenarnya makna ‘membaca’ ini bagi kita? Mari kita bersama luangkan waktu sejenak memikirkan hal ini. Pada hakikatnya membaca bukan sekedar hobi. Sekali lagi bukan hobi. Akan tetapi lebih dari itu, membaca merupakan kebutuhan bagi kita.
Kita memang butuh membaca. Dalam mempelajari, menelaah, terlebih lagi dalam menuntut ilmu kita harus membaca. Membaca adalah kubutuhan seperti butuhnya kita untuk makan, jika seorang pelajar dan mahasiswa dalam belajar ia butuh membaca, ia lapar tanpa membaca, ia tidak tahu apa-apa tanpa membaca. Sampai-sampai ada seorang dosen yang mengatakan,”buku (membaca) adalah nyawanya mahasiswa, artinya matinya ilmu mahasiswa itu kalau ia tidak punya buku atau membacannya.” Bisa kita bayangkan, betapa butuhnya kita dalam hal membaca. Maka membaca bukan hobi, tapi kebutuhan. Butuhnya kita dengan membaca sama dengan butuhnya kita dengan makanan. Ini dinyatakan oleh Dr. Raghib As-Sirjani dalam bukunya Spritual Reading, bahwa membaca bukan sekedar hobi, tapi merupakan kebutuhan. Kebutuhan kita dalam membaca seperti kebutuhan kita terhadap makan dan minum.
Dari paparan diatas tentunya kita tahu kedudukan dan arti membaca bagi kehidupan kita. Sekarang tergantung kepada individu itu sendiri, apakah ia butuh jendela untuk melihat dunia dengan luasnya wawasan cakrawala dengan ‘membaca’ atau ingin membuka kesuksesan dan kemajuan dengan kunci ‘membaca’ atau sama sekali tidak mengambil sesuatu apa pun dari semua itu.
Tidak terlepas dari peran individu dari suatu bangsa, terutama bangsa Indonesia tercinta, akan tetapi tindakan nyata dari pemerintah yang memiliki cita-cita mulia mencerdaskan kehidupan bangsa, ya salah satunya dengan memberikan dukungan moril maupun materil untuk menigkatkan minat baca rakyat Indonesia.
Sebuah pertanyaan aneh, tapi nyata yang kerap ganggu tidur penulis, akankan ada hari ‘membaca nasional’? Semua orang ‘diwajibkan’ membaca di mana saja berada (di rumah, sekolah, di bus, di terminal, di pesawat, di taman, di kantin) selama satu hari penuh, baca koran gratis, bagi-bagi buku gratis. Ini bukan mimpi, tapi seharusnya menjadi salah satu program pendidikan yang nyata. Kita semua juga tahu membaca itu bisa dilakukan setiap hari, tapi mengapa harus ada hari khusus? Apa tidak menambah libur nasional?
Sebaiknya kita balik bertanya, bukankan setiap kejadian penting, bersejarah bahkan sesuatu yang kurang logis sekalipun juga tercantum dalam libur nasional ataupun yang tidak tercantum, tapi juga diperingati? Misalnya, kita dari hal yang sangat penting dan bersejarah yang di peringati harinya yaitu; hari kemerdekaan RI, hari sumpah pemuda, hari Ibu Kartini, hari Ibu, hari Pendidikan Nasional, perayaan hari raya Agama, hari AIDS sedunia, hari AIR, dan masih banyak lagi hari-hari yang diperingati, yang belum ada dalam daftar tersebut hanya ‘hari baca nasional’. Ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi kita bahwa motivasi dan minat baca masih belum tinggi dibandingkan negara-negara lain. Ini benar-benar keadaan yang ‘luar biasa’ memprihatinkan. Mari kita belajar sesuatu yang baik dan berharga dari orang lain, jelasnya negera-negara maju. Misalnya, kebiasaan baik orang jepang adalah membawa dan membaca buku kemanapun mereka pergi, seperti di dalam bus, kereta api, di kantor, di rumah, di pesawat dan di taman.
Pada dasarnya orang cinta akan ilmu, mereka akan belajar baik dengan membaca buku-buku maupun membaca keadaan dan peluang yang ada. Mereka sangat menghargai buku sebagai ladang ilmu, membacanya, bahkan terkadang uang makan mereka alihkan untuk membeli buku. Dr. Raghib As-Sirjani mengatakan bahwa orang yang tahu nilai suatu buku, ia akan mengambil jatah makan dan minumnya untuk membeli buku. Sebaik-baik kekasih dan teman adalah buku. Membawa buku adalah bagian dari kewibawaan.
Lebih lanjut kata-kata indahnya dalam hal membaca juga lantunkannya dengan rapi. Ia mengatakan bahwa orang yang gemar membaca akan sulit dikalahkan. Membaca bisa menemukan rasa percaya diri. Membaca dapat memperluas wawasan, memperkaya hati, menajamkan pikiran, melancarkan bicara, dan memberikan inspirasi. Hal yang sangat menarik lagi bahwa kata ‘baca’ dan perintah membaca adalah wahyu yang pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW.
Dengan bijak kita telah bisa menelaah secara nyata tentang penting dan makna membaca dalam kehidupan ini. Kita renungkan bersama lagi, bahwa tidak ada alasan untuk tidak memulai membaca. Membaca adalah kebutuhan yang harus kita penuhi. Membaca, kita memang tidak boleh tidak membaca. Kalau kita tidak membaca, kapan perubahan itu akan terjadi? Kapan kemajuan itu nyata? “Reading is the key” atau Iqra’. Baca, baca dan baca.

Muklisin Al-Bonai Bin Amsar Jas
Alumnus UIN SUSKA RIAU
Jurusan Bahasa Inggris
FLP Pekanbaru
0852 656 333 14/0812 751 333 57
muksbonai@gmail.com
www.freewebs.com/cintabaca

Pesan Syaikh Al-Bani

Pesan Syaikh Al-Bani
Kami nasehatkan para pemuda untuk senantiasa beramal dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebatas dengan ilmu yang dimilikinya, dan janganlah mereka lancang menuduh orang lain yang ilmu, faham dan keshalihaannya tidak mampu mereka tandingi dan tidak pula mereka mampu membandingkan pemahaman mereka dengan orang-orang semisal mereka ini, tidak pula kejujuran mereka. Jika kita membuka pintu pemboikotan dan mudah memvonis manusia sebagai mubtadi’, maka sebaiknya kita pergi dan menyepi di gunung-gunung. Karena yang wajib bagi kita sekarang adalah berdakwah mengajak ke jalan Rabb kita dengan cara yang hikmah dan mau’idhoh (pelajaran) yang baik serta jidal (berdiskusi) dengan mereka dengan cara yang lebih baik.”

APA ITU FIKSI?

Fiksi, dilihat dari kamus berarti fiction : karangan , rekaan, khayalan. Cerita fiksi adalah cerita yang bersifat rekaan, karangan, khayalan. Sekalipun fiksi tak bisa disamakan dengan karya ilmiah, bukan berarti semua yang bernama fiksi hanya berisi cerita bualan belaka.
Cerita fiksi dapat digali dari baragam sumber :

1. Pengalaman.
Sumber terbaik cerita fiksi adalah pengalaman, pengalaman merupakan kisah yang paling dekat dengan diri penulis hingga ia bertutur sesuatu yang tak jauh dari apa yang telah dialaminya sendiri. Pengalaman bukan selalu berasal dari kisah diri sendiri tetapi dapat pula pengamatan terhadap kisah hidup orang lain. Jika seseorang beranggapan pengalaman hidupnya tidaklah istimewa bukan berarti ia harus menceritakan secara detil dari a hingga z , pengalaman dapat menjadi sebuah bahan baku yang diolah sedemikian rupa sebagai ide dasar sebuah cerita.

a. Nikolai Gogol menulis Overcoat berdasar sebuah pengalaman. Dalam sebuah jamuan pesta makan malam, ia mendengar lelucon tentang orang yang bertahun-tahun menabung untuk daat membeli sebuah senapan. Setelah uang terkumpul untuk membeli senapan, seseorang justru mencuri senapannya sebelum si pemilik sendiri menggunakannya untuk berburu. Tamu yang hadir di jamuan makan tersebut tertawa mendengar lelucon tersebut, tetapi Nikolai Gogol merasa tersentuh dan kasihan terhadap si tokoh hingga ia menuliskan cerita berjudul Overcoat yang mengisahkan seorang karyawan miskin menabung sekian lama untuk dapat membeli jas penghangat. Saat dapat membeli, seseorang mencuri sementara karyawan tersebut ditertawakan banyak orang karena kebodohannya.

b. Charles Dickens menulis beberapa cerita berdasarkan pengalaman masa kecilnya

c. Willa Cather : Kebanyakan bahan baku penulis diperoleh dari pengalamannya sebelum berusia 15

d. Deborah Joy Corey (Losing Eddie) menulis buku ketiganya, masih berkisar tentang pengalaman masa kecilnya

e. Mark Twain (Huckleberry Finn) : menulis dengan menggunakan pengalaman masa kecilnya dengan menciptakan orang yang benar-benar berbeda dengan dirinya.

2. Mimpi.
Berapa banyak mimpi yang kita alami hanya berlalu begitu saja? Robin Hemley (The Last Studebaker dan All You Can Eat) mengatakan salah satu sumber cerita adalah mimpi-mimpinya. Suatu hari ia terbangun dengan satu bayangan seorang lelaki yang menggali kebun milik istrinya. Bekas impian itu ia olah menjadi bahan baku cerita, mengisahkan seorang lelaki yang dihantui rasa bersalah dan cinta akibat bercerai dengan istrinya. Sebagai ungkapan kerinduan, cinta, perasaan berdosa setiap hari ia menanam bunga di kebun miliknya.
Mimpi, kadang hanya menjadi bunga tidur yang berlalu tanpa makna. Padahal dalam mimpi kadang Allah menitipkan suatu isyarat pada kita. Mimpi tercekik & tenggelam dalam air, orang Jawa berkata itu pertanda si empunya mau sakit. Dalam mimpi saja rasa tercekik & tenggelam demikian sakitnya, begitupula mungkin rasa seseorang menjelang meninggal di saat sakaratul mautnya.


3. Sejarah
Banyak sudah cerita fiksi diambil dari latar sejarah yang unik, misterius dan mengesankan. Musashi, Senopati Pamungkas, sedikit di antaranya. Film-film yang bertemakan sejarah, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri juga sangat beragam. Tjoet Njak Dhien, Tuanku Tambusai termasuk pdosuk dalam negeri bertema sejarah yang penggarapannya sangat indah. Red Cliff, Curse of Golden Flower, Once Upon a Time in China yang tayang dalam beberapa seri juga mengambil setting sejarah China.
Menulis fiksi berlandaskan sejarah memang menyenangkan. Seorang penulis berbekalkan keuletan, kesabaran, ‘mencuri dari masa lalu’ mengembangkannya dalam bentuk imajinasi sembari menggali dari sumber-sumber yang ada.
Joanna Scott (Concerning Mold Upon the Skin) menceritakan bahwa ia menulis cerita dengan mengacu pada sejarah obat-obatan sehingga Joanna Scott mencari sejarah tentang tabib di abad ke -15 dan 16 seperti Leeuwenhoek yang penuh rahasia bahkan buku-buku aneh yang tidak bisa diandalkan semacam Devils, Drugs and Doctors karya Howard Haggard.
Saya pribadi menuliskan The Road to The Empire sebetulnya mereupakan sekuel ketiga Takudar berdasar sejarah Mongolia yang sangat minim di dapat sumbernya di pasaran. Bagaimana jika sumber yang kita butuhkan tak terdapat di luar sana? Maxine Hong Kingstone (The Woman Warrior) menulis dengan sukses fiksi autbiografi tentang leluhurnya orang Cina dan Amerika. Karena hanya mengetahui sedikit tentang leluhurnya, ia mengisi kekosongan pengetahuan dengan khayalan.


4. Tradisi Lisan
Kisah-kisah yang kita dengar semasa kecil tidak lantas dibuang begitu saja. Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty menjadi cerita cinta yang terus digemari orang dan diadaptasi dalam bentuk cerita hingga film. Lihatlah film dan sinetron Indonesia yang meceritakan kisah cinta antara gadis miskin dengan pemuda berada, selalu laku. Tanpa mengabaikan kualitas cerita, penulis dapat menjadikan cerita lisan sebagai bahan baku idenya. Josip Novakovich (The Burning Shoe) mengisahkan seorang laki-laki yang pandai bertutur mulai kisah Pangeran Marko yang menyusu pada ibunya selama tujuh tahun, rumah masa kanak-kanak, tentara Jerman yang menyerbu hingga kisah kue madu. Sang penulis menggabungkan berbagai kisah yang ditemuinya dari cerita orang-orang.
Jangan sepelekan cerita tua sang kakek, dalam perjalanan panjangnya sebagai manusia, kebijaksanaannya tentu berharga.


(Sumber: http://sintayudisia.wordpress.com)
Posted on 02. Feb, 2009 by Koko Nata Kusuma in Kiat Penulisan
by situs resmi FLP Pusat.
http://forumlingkarpena.net/2009/02/sumber-cerita-fiksi/

M Hadi

Ketika Azan Menggema

Lima kali sehari kukumandangkan azan
menderu manusia, pohon-pohon
alam bersujud

Orang tetap mencangkul
menggali tanah
Orang tetap bernyanyi
berpatri di atas pentas tinggi
Orang tetap duduk
berbual lepas

Bila sudah penyangkul terluka kaki
bila penyanyi hilang bunyi
bila yang duduk tak mampu berdiri

Yang Maha Besar di kalimat azan
akan dipinta pertolonganNya



Asbak

Nasib kau jadi asbak
Tempat dimana orang mengayak

Ayakan debu hitam
Melekat serbuk mengancam

Ancaman ada untuk melepas
Kau dari genggam pengisap

Asap batuk membawa penyakit
Saat menyandang atuk

Hutan tak akan terlahap api
Bila kau ada menampung

Kau akan bersih
Saat pengayak asap sedih
Dilanda krisis
Kulukis Alam Kota

suara simpang
mengundang pagi lagi
kulukiskan suasana jalan raya ini

dengan suara memekak gendang telinga
menuntun tangan menggores kata

kakikaki manusia memenuhi samping
jalan mengikis kerak kering

dan hiasan warna warni calon atas
yang akan menetas memimpin

bus kota menyebar sahut
yang ditunggu malas menyambut

opelet lari henti seperti kurakura
menurun menarik dalam kaca

ada juga konser depan kedai
sebab lidah lama tak dibelai

sebab hanya bagi pagi
bisa raba suasana asli

dengan cahaya masih asri
menyenangi mata untuk pandangi

entahlah pada matahari atas nanti


Pekanbaru, 23/2/2009



Manusia Pohon

aku tilik badanku depan
cermin
ada banyak helai hitam
di atas kepala
turun sejengkal ada telinga
berdaun mengembang

juga dua cabang besar
sebelah kiri kanan, tambah urat
menjalar memenuhi
sepuluh ranting jari
keduabelahnya

aku injak tanah dengan dua tiang
kadang bisa patah, bisa lurus
aku tahan berdiri
dengan sepuluh ranting
jari kaki



Aku Abdikan
:emak ebah

Engkau cekungkan mata
pegang amanat
menakah hidup
anak-anakmu

Memamah perih
beban tangan membiru
untuk suapkan ubi
dan ikan masin

Terus melekat samping kami
menebas, menghalau
binatang malam
atau melepas hikayat
ayah dan mak andeh
atau yong dollah

Saatnya, aku menyulam
karya, hendak mengabdi
pada emak dan ebah

Psikologi, 2009




Kembali Lemah

Tubuhku bagai dauun-
Daun yang mengkilau fotosintesis
Memekar mengepak pagi
Tak kunjung petang menjelang
Rangka membesi urat berkawat
Tiba rangak berkarat urat lapuk
Tumbang
campak
daun
d
a
u
n
berkerut
kering
berkecai



Malam Ramadhan

Rumah Allah telah diisikan lantunan Al-Qur’an
Sajadah teerhampar berhaf
Sinar cahaya terang mewaaarnai malam
Tadarus mengalir sejak petang
Sahutan salawaat menggema dalam
Kehingan malam pada hentakan rakaatrakaat.

Di bawah lampu, menadahkan tangan
Mengingat cerita masa lampau
Yang lalai dan siasia
Agar ampunan menghampiri hamba

Sebagai abdi pada Ilahi
Yang menghaarap pahala besaar,
Yang mengahrapa kesempatan,
Untuk bertemu malam senilai seribu bulan,
Ramaadhan depan belum pasti
Aku kembali

Ya Rahman
Berilah kami kekuatan
Untuk menjauhi laaranganMu

Ya Rahim
Berilah kami kasih saayangMu
Untuk selalu mematuhi suruhanMu.

Langkah Hati

ketika aku berdiri depan rumah Ilahi
Berddengung menyeru dalam kalbu
Sempatkah diri bersimpuh
Untuk mengecap setetes madu,
Kulangkah kaki untuk maju
Kuberanikan hati menemui rindu
Kenapa langkahku berhenti di situ
Akan kuangkat bias menjauh
Lagi kuangkat biar bisikan mengalah
Kaki tak menyimak kata hatiku.

Aku menjerit menembus langit
Keringat dingin menyelubungi badan,
Dngan bermandi airmata
Hati dalam mulai brtanya
Kenapa langkahku mati kaku?
Kenapa aku malu?
Apakah dulu?

Tungkuan bicara, dulu aku dibawa,
Hati gelapnya menuju sesat.
Orangtua tak pernah ditaat,
Saat pangkuanku mulai renta
Tak seimbang jatuh berderai

Hati mulai mengaji,
Pada rakaat rakaat yang sudah pergi
Aku tekad merayap
Pada niat yang tak pernah lenyap.



Kiamat 2012

Kita membaca tanda, bila semuanya hingsut terbalik
musibah menyayat hati dan kampung,
sibak insan habisi nikmat alam karena hausnya insang kesenangan,
mari mengaca cerita yang redam

Berputik rindu turunnya nabi Isya,
insan siap dititah dajjal, bergetahnya mata manusia
pada ahli sihir itu,
lesap hormat anak pada ibu,
segalau laki-laki serupa perempuan

baca tanda kiamat ini
aku percaya hari akhir itu,
tapi, tidak pada kiamat
duaribu duabelas


Huruf Mim

Awalnya kepalaku lahir di huruf mim
menyandangkan Muhammad sang penyiar Islam
Setiap huruf mim di awal Muharram
menyemai baru umurku

Tubuh ini selalu butuh dua mim,
makan dan minum
Namun setelah kenyang jiwa jasadku
terasa letih dan rapuh untuk berjalan ke mim berikutnya,
mesjid

Tapi aku tak tahu bisakah menjaga,
memahami, mendirikan kebaikan
sebagai muslim dan mukmin
Jika akhirnya mim menjemputku, maut.



Tangga Kematian

Ada
orang mati
di pagi sejuk, warga
panjat tangga dititi memberi
tahu orang kampung, dengan jalan terus
terbatuk, melihat tinggi pada pentungan yang
melekat serupa sarang lebah, tangan kaki menginjak kayu
sampaikan berita duka cita, kupentung sekuat tenaga agar orang sadar, bahwa ia juga akan dapat pentungan ini,
diukir dengan tiga baris saja,
nama si fulan, lahir tahun
sekian dan meninggal
tahun sekian.

profil pemuda pilihan

Eratkan Tangan, Join Dengan Pemuda Pilihan


Dikisahkan seorang pemuda berdiri dan berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, sesungguhnya seseorang itu dikarenakan dua hal yang paling kecil padanya, yaitu hati dan lisannya. Jika Allah telah menjaga hatinya (dari maksiat) dan memberikan lisan yang anggun (sopan), maka dia berhak untuk berbicara. Dan seandainya segala perkara dikarenakan oleh usia seseorang, maka yang berhak untuk duduk dalam jabatanmu adalah orang yang lebih tua darimu.” (Zakrul Adab, jilid I, hal.7) Mendengar ucapan tersebut, terkejutlah Umar atas kebenaran yang yang dikemukakan oleh pemuda itu.

Sobat muda, tahukah kita bahwa dari zaman dahulu kala, bahkan jauh sebelum Islam muncul di muka bumi ini, para Nabi dan Rasul yang diutus untuk menyampaikan wahyu Allah SWT dan syari’at-Nya kepada umat manusia, semuanya adalah orang-orang terpilih dari kalangan pemuda yang berusia sekitar empat puluhan. Bahkan ada di antaranya yang diberi kemampuan untuk berdebat dan berdialog sebelum umurnya genap 18 tahun.
Dahsyat bukan? Yuk kita lanjutkan. Berkata Ibnu Abbas ra, “Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus oleh Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (yakni antara 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘alimpun yang diberi ilmu melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda saja”. Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah SWT,
“Mereka berkata Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (QS Al Anbiyaa: 60; Tafsir Ibnu Katsir, jilid III, hal. 183)
Wah sobat muda, masih ingat nggak kisah seorang pemuda yang menghancurkan patung berhala kaumnya yang kufur dan bahkan ayah beliau adalah seorang tukang patung. Dialah Nabi Ibrahim, telah jelas Al Qur’an lebih jauh menceritakan bahwa beliau telah berdebat dengan kaumnya, menentang peribadatan mereka kepada patung-patung yang sama sekali tidak memberi manfaat dan mendatangkan mudharat. Saat itu beliau belum dewasa, seperti yang tertera dalam firman Allah SWT:
“Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepandaian pada Ibrahim sejak dahulu (sebelum mencapai masa remajanya) dan Kami kenal kemahirannya. Ketika dia berkata kepada bapak dan kaumnya: ‘Patung-patung apakah ini, yang selalu kalian sembah ?’ Mereka berkata: ‘Kami dapati bapak-bapak kami menyembahnya.’ Dia berkata: ‘Sungguh kalian dan bapak-bapak kalian itu dalam kesesatan yang nyata’. Mereka menjawab : ‘Apakah engkau membawa kebenaran kepada kami, ataukah engkau seorang yang bermain-main saja?’ Dia berkata: ‘Tidak, Tuhanmu adalah yang memiliki langit dan bumi yang diciptakan oleh-Nya, dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu.” [QS Al Anbiyaa:51-56]

Sobat muda, ini perlu menjadi catatan utama bagi kita yang masih muda, bahwa para Nabi as telah diutus untuk mengubah keadaan, sehingga setiap Nabi yang diutus adalah orang-orang terpilih dan hanya dari kalangan pemuda (Syabab) saja. Bahkan kebanyakan pengikut mereka adalah dari kalangan pemuda juga, meskipun tentu saja ada yang sudah tua atau bahkan masih anak-anak.
Sobat tentu tidak lupa dengan kisah Ashabul Kahfi, yang tergolong sebagai pengikut Nabi Isa as. Mereka ini adalah sekelompok anak-anak usia muda yang menolak kembali ke agama nenek moyang mereka dan menolak menyembah selain Allah SWT. Oleh karena jumlahnya sedikit, tujuh orang di antara sekian banyak masyarakat yang menyembah berhala-berhala, maka mereka pun bermufakat untuk mengasingkan diri dari masyarakat dan berlindung dalam suatu gua. Fakta sejarah ini diperkuat oleh Al Qur’an, yang dikisahkan dalam QS Al Kahfi : 9-26, di antaranya:
“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat perlindungan lalu berdoa: ‘Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan tolonglah kami dalam menempuh langkah yang tepat dalam urusan (ini)’ ” (ayat 10)
“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta), dan Kami berikan kepada mereka tambahan pimpinan (iman, takwa, ketetapan hati dan sebagainya)”" (ayat 13)

Sangat luar biasa lagi sobat, bahwa Nabi Muhammad SAW tatkala diangkat menjadi Rasul, beliau juga baru berusia empat puluh tahun. Pengikut-pengikut beliau yang merupakan generasi pertama, kebanyakan juga dari kalangan pemuda, bahkan ada yang masih kecil atau belum dewasa. Usia para pemuda Islam yang mendapatkan tarbiyah pertama di Daarul Arqaam, pada tahap pengkaderan adalah sebagai berikut :
• Ali bin Ali Thalib, paling muda di antara mereka, usianya saat masuk Islam baru 8 tahun
• Az Zubair bin Al ‘Awwam, sama dengan Ali yaitu 8 tahun
• Thalhah bin Ubaidillah, 11 tahun
• Al Arqam bin Abil Arqaam, 12 tahun
• Abdullah bin Mas’ud, 14 tahun
• Sa’ad bin Abi Waqqaas, 17 tahun
• Su’ud bin Rabi’ah, sama dengan Sa’ad, yaitu 17 tahun
• Abdullah bin Mazh’un, juga berusia 17 tahun
• Ja’far bin Abi Thalib, 18 tahun
• Qudaamah bin Mazh’un, 19 tahun
• Sa’id bin Zaid, berusia di bawah 20 tahun
• Suhaib Ar Rumi, juga berusia di bawah 20 tahun
• Assa’ib bin Mazh’un, kira-kira 20 tahun
• Zaid bin Haritsah, sekitar 20 tahun
• ‘Usman bin ‘Affan, sekitar 20 tahun
• Tulaib bin ‘Umair, sekitar 20 tahun
• Khabab bin Al Art, juga sekitar 20 tahun
• ‘Aamir bin Fahirah, 23 tahun
• Mush’ab bin ‘Umair, 24 tahun
• Al Miqdad bin Al Aswad, seperti Mush’ab 24 tahun
• Abdullah bin Al Jahsy, 25 tahun
• Umar bin Al Khaththab, 26 tahun
• Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, 27 tahun
• ‘Utbah bin Ghazwaan, juga 27 tahun
• Abu Hudzaifah bin ‘Utbah, sekitar 30 tahun
• Bilal bin Rabah, sekitar 30 tahun
• ‘Ayyasy bin Rabi’ah, kira-kira 30 tahun
• ‘Amir bin Rabi’ah, sekitar 30 tahun
• Nu’aim bin Abdillah, hampir 30 tahun
• ‘Usman bin Mazh’un, kira-kira 30 tahun
• Abu Salamah, Abdullah bin ‘Abdil Asad Al Makhzumi, sekitar 30 tahun
• Abdurrahman bin ‘Auf, juga 30 tahun
• Ammar bin Yasir, antara 30-40 tahun
• Abu Bakar Ash Shiddiq, 37 tahun
• Hamzah bin Abdil Muththalib, 42 tahun
• ‘Ubaidah bin Al Harits, paling tua di antara semua sahabat, 50 tahun.

Sobat luar biasa bukan? Melihat kenyataan yang luar biasa ini, apakah kita nggak mau ambil bagian menjadi seperti mereka. Yah, kita memang nggak sehebat mereka. Namun, kita harus belajar dari perjuangan dan kiprah mereka dalam menjadikan diri mereka tangguh dan mempesona sepanjang masa.
Lebih jauh lagi, ternyata bukan hanya mereka saja yang dari kalangan pemuda, akan tetapi ratusan ribu lainnya yang memperjuangkan dakwah Islam, pembawa panji-panji Islam serta pemimpin bala tentara Islam di masa Nabi ataupun sesudahnya, mereka seluruhnya dari kalangan pemuda, bahkan remaja yang belum atau baru dewasa.
Salah satunya adalah Usamah bin Zaid yang diangkat oleh Nabi sebagai komandan untuk memimpin pasukan kaum muslimin menyerbu wilayah Syam, yang saat itu merupakan salah satu wilayah kerajaan Romawi. Masih ingat usia beliau saat itu? Ya, delapan belas tahun. Padahal di antara prajuritnya terdapat orang yang lebih tua dari Usamah, seperti: Abu Bakar, Umar bin Khaththab dan lain-lain.
Abdullah Ibnu Umar tak kalah juga hebatnya, semangat juang untuk berperang mulai memanaskan jiwanya sejak usia 13 tahun. Ketika itu Rasulullah SAW sedang mempersiapkan barisan pasukan pada perang Badar. Dua pemuda kecil datang menghampiri beliau, seraya meminta agar diterima menjadi prajurit. Tak salah lagi, dua pemuda kecil tersebut adalah Abdullah bin Umar dan Al Barra’. Saat itu Rasulullah saw menolak mereka. Tahun berikutnya pada perang Uhud, keduanya datang lagi, tetapi yang diterima hanya Al Barra’. Dan pada perang Al Ahzab barulah Nabi menerima Ibnu Umar sebagai anggota pasukan kaum muslimin. (Shahih Bukhari, jilid VII, hal. 226 dan 302).
Sobat muda, dengan semangat para pemuda seperti inilah, Islam berhasil menyingkirkan segala macam kekuatan. Ada satu peristiwa yang sangat menarik sekali untuk direnungkan para pemuda pada era modern ini. Peristiwa ini selengkapnya diceritakan oleh Abdurrahman bin ‘Auf,
“Selagi aku berdiri di dalam barisan dalam perang Badar, aku melihat ke kanan dan kiriku, saat itu tampaklah olehku dua orang Anshar yang masih muda belia. Aku berharap semoga aku lebih kuat daripadanya. Tiba-tiba salah seorang di antaranya menekanku seraya berkata : ‘Hai paman, apakah engkau mengenal Abu Jahal ?’ Aku jawab: ‘Ya, apakah keperluanmu padanya, hai anak saudaraku?’ Dia menjawab: ‘Ada seseorang yang memberitahuku bahwa Abu Jahal ini sering mencela Rasulullah SAW. Demi (Allah) yang jiwaku ada di tangan-Nya jika aku menjumpainya tentu takkan kulepaskan dia sampai siapa yang terlebih dahulu mati, antara aku atau dia! ‘Berkata Abdurrahman bin ‘Auf : ‘Aku merasa heran ketika mendengar ucapan anak muda itu.’Kemudian anak yang satunya lagi itupun menekanku dan berkata seperti ucapan temannya tadi. Tidak lama berselang akupun melihat Abu Jahal mondar-mandir di dalam barisannya, segera aku katakan (kepada dua anak muda itu), ‘Inilah orang yang sedang kalian cari.’ Tanpa mengulur-ulur waktu, keduanya seketika menyerang Abu Jahal, menikamnya dengan pedang sampai tewas. Setelah itu mereka pun menghampiri Rasulullah SAW (dengan rasa bangga) melaporkan kejadian itu. Rasulullah bertanya, ‘Siapakah di antara kalian yang menewaskannya?’ Masing-masing menjawab, ‘Sayalah yang membunuhnya.’ Lalu Rasulullah bertanya lagi, ‘ Apakah kalian sudah membersihkan mata pedang kalian?’ ‘Belum’, jawab mereka serentak. Rasulullah pun kemudian melihat pedang mereka, seraya bersabda, ‘Kamu berdua telah membunuhnya. Akan tetapi segala pakaian dan senjata yang dipakai Abu Jahal (boleh) dimiliki Mu’adz bin Al Jamuh’. (Berkata perawi hadits ini): Bahwa kedua pemuda itu adalah Mu’adz bin’ Afra dan Mu’adz bin ‘Amru bin Al Jamuh.” (Musnad Imam Ahmad, jilid I, hal. 193; Shahih Bukhari, hadits nomor 314; Shahih Muslim, hadits nomor 1752)
Nah, sobat, pada dasarnya pemuda-pemuda yang dipaparkan di atas merupakan pemuda yang telah membuktikan pada masanya akan aktivitas yang mereka lakukan dan bisa mengubah wajah dunia saat itu dan sekarang, Insya Allah.
Inilah mengapa para pemuda harus banyak belajar. Sebenaranya mereka para pemuda pendahulu kita telah mengajarkan kita tentang keteguhan dan semangat dalam beragama dan kemenangan hakiki. Dari kisah dan perjuangan mereka itu, kita dapat mengambil hikmah dan merefleksikan pada diri kita dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Agar kita bisa menjadi pengubah ke arah yang baik, untuk menjayakan kembali umat Islam ini. “Pemuda adalah aset berharga kebangkitan bangsa. Setiap kengkitan bangsa, jawabanya adalah pemuda.”(Hasan Al-Banna)
Dengan mengikuti generasi pilihan terdahulu, maka semoga akan datang segera janji Allah pada kita sebagaimana disabdakan oleh Rasulallah:
“Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan bagiku dunia ini, baik ufuk Timur maupun Barat. Dan kekuasaan umatku akan sampai kepada apa yang telah diberikan kepadaku dari dunia ini.” (HR Muslim, jilid VIII, hadits no. 1771; Abu Dawud, hadits no. 4252; Tirmidzi, jilid II, hal. 27)

Sobat, kita harus berubah, kita musti belajar berani menyerukan kebenaran kepada sahabat muda lainnya dan umat pada umumnya. Ada beberapa hal yang akan menjadi prioritas kita sebagai pemuda tangguh dan luar biasa dan hal tersebut disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Fushilat (33):
“Dan siapakah ucapannya yang paling baik daripada orang yang berdakwah kepada Allah, beramal yang baik dan berkata : ‘Sesungguhnya aku ini adalah termasuk orang-orang yang berserah diri’.”
Beberapa hal tersebut (dalam ayat di atas) adalah:
 Berdakwah atau mengajak umat ini kepada Allah.
Apakah kita rela jika sahabat muda kita tetap dalam dosa dan terlena dengan tipu daya dunia ini? Apakah dengan berdiam diri mereka akan berubah sendiri? Tentu tidak sobat, maka kita juga harus menyampaikan kebenaran ini. Setelah Rasul wafat, umatnyalah yang melanjutkan tugas mulia itu. Dakwah adalah jalan mulia sobat. “Dan siapakah ucapannya yang paling baik daripada orang yang berdakwah kepada Allah, beramal yang baik dan berkata ?.....
Dengan kata lain seorang pemuda harus berani mengungkapkan kebenaran yang ada pada Islam, serta membeberkan kerusakan-kerusakan yang ada pada sistem atau pada ide-ide Barat yang banyak diikuti oleh pemuda-pemuda yang belum tahu atau tidak mau tahu. Dengan dakwah ini pemuda-pemuda pada masa Rasulallah sanggup mengubah kultur yang rusak ke arah yang baik, menegakkan panji-panji Islam dan sanggup menghancurkan setiap kebatilan yang ada. Melalui dakwah ini pula Rasulallah dan sahabat-sahabatnya yang tergolong sebagai pemuda, mengadakan pemberangusan terhadap idiologi-idiologi yang bertentangan dengan Islam dan menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.
 Beraktivitas yang baik dan sesuai dengan syari’at-syari’at Islam.
Seorang pemuda seharusnya bisa beraktivitas yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain, dengan batasan-batasan syari’at Allah.
 Yang muda, yang bertakwa.
Seorang pemuda muslim yang benar-benar bertakwa, harus berserah diri pada Islam. Maksudnya pemuda harus menjadikan Islam sebagai standar dari perilaku, sehingga kehidupan seorang pemuda akan benar-benar mendapat ridha Allah SWT.
Dengan beberapa hal tersebut, seorang pemuda harus benar-benar menjalankannya, supaya akan datang janji Allah. Sebagaimana firman Allah pada surat An Nuur (ayat 55):
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan amal-amal yang baik, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi ini sebagaiman telah Dia jadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh-sungguh Dia akan menegakkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan mereka) sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Oleh karena itu mereka menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku.”
Sobat muda, segala kebaikan yang kita saksikan. Baik itu dari ayat kauliyah dan kauniyahnya Allah. Teladan para Nabi dan Rasul, para sahabat, ulama, pecinta kebenaran, pemuda teladan. Semua itu memberikan pengajaran kepada kita sebagai generasi muda yang ingin menjadikan masa mudanya masa emas dan pemuda yang tangguh yang diridhai Allah. Dari hari ini: ‘Ajari aku menjadi pemuda tangguh’ kita bulatkan menjadi ‘Aku benar-benar menjadi pemuda tangguh dengan Islam.’ Amin. Salam perjuangan tanpa batas untuk syabab tangguh yang dibnaggakan Islam di seluruh penjuru dunia.

dari naskah: Ajari Aku Jadi Pemuda Tangguh
Karya: Muklisin Al-Bonai